Aktivitas G.Merapi didominasi oleh gempa guguran walaupun pada saat sekarang sudah mulai menurun baik jumlah maupun energinya. Dilihat dari gempa MP maka bulan Januari 1996 ini mulai terlihat adanya penurunan energi, demikian pula bila kita anggap MP adalah indikasi adanya pertumbuhan kubah lava, maka dari visualpun kubah tidak mengalami pertumbuhan yang begitu cepat.
Rencana kerja Proyek Penyelidikan dan Pengamatan Gunungapi Direktorat Vulkanologi tahun anggaran 1996 - 1997 membuat dokumentasi G. Kelut, Jawa Timur dan G. Merapi di wilayah Jawa Tengah dan DIY. Dokumentasi tersebut merupakan rekaman perkembangan wilayah sesudah letusan dan dokumentasi aktivitas gunungapinya.
Penyelidikan dilakukan terpadu mekanisme G.Merapi untuk memantau, mengamati, dan penanggulangan aktivitas G.Merapi dan sekaligus berfungsi sebagai Laboratorium Alam Gunungapi Direktorat Vulkanologi. Penyelidikan terpadu G. Merapi meliputi kelompok kerja kimia/cospec; seismik/magnet; deformasi/visual, dan kelompok kerja geologi/laharan.
Penyelidikan dilakukan terpadu mekanisme G.Merapi untuk memantau, mengamati, dan penanggulangan aktivitas G.Merapi dan sekaligus berfungsi sebagai Laboratorium Alam Gunungapi Direktorat Vulkanologi. Penyelidikan terpadu G.Merapi meliputi kelompok keja kimia/cospec; seismik/magnet; deformasi/visual, dan kelompok kerja geologi/laharan.
Dalam membantu dalam penentuan batas sebaran awan panas dan penghitungan daya tampung K. Bedog digunakan altimeter saku, penduga jarak (range finder), kompas geologi, pita ukur serta kamera untuk kelengkapan dokumentasi.
A rain-triggered lahar occured in K.Boyong (Southern slope of Merapi volcano) on 19 February 1995. This lahar was the biggest in this channel since 22 November, 1994 Merapi eruption which left more than 2 million cubic meters of pyroclastic flow deposits as far as 6 km from the summit.
Telah dilakukan pemantauan Gunung Merapi secara terpadu dari berbagai bidang yang ada di Seksi Penyelidikan Gunung Merapi pada bulan September 1995. Kegiatan utama bidang geokimia yaitu pengambilan gas vulkanik, kondensat, dan pengukuran temperatur di Puncak Gunung Merapi.
Pekerjaan lapangan ini dimaksudkan untuk mempersiapkan penyusunan buku panduan ekskursi daerah sekitar Gunung Merapi khususnya daerah lereng selatan. Adapun tujuannya adalah untuk mengenal dan mengetahui jenis endapan piroklastik Gunung Merapi khususnya yang berada di lereng selatan Gunung Merapi.
Dalam rangka mengembangkan pemantauan berdasarkan geokimia dilakukan penyelidikan gas dalam tanah secara sistematik dari desa Plalangan (1800 mdpl) sampai Pasarbubar (2600 mdpl) dan di Kali Bebeng dari ketinggian 800 mdpl sampai 920 mdpl.
Dalam rangka mengantisipasi terjadinya bencana akibat kegiatan Gunung Merapi yang terjadi sejak 20 Januari 1992 dan sudah mengalami penurunan sejak bulan Juli 1993, namun karena baik awan panas dan guguran lava pijar masih berlangsung maka penyelidikan dengan berbagai metoda masih terus dilakukan secara efeksif dan penyelidikan terpadupun sangat diperlukan.