Pemetaan daerah bahaya G. Patuha adalah memetakan (menarik batas - batas) daerah bahaya akibat langsung dan tidak langsung jika terjadi letusan besar di Kawah Putih, karena Kawah Putih merupakan kawah aktif/titik letusan terakhir selama sejarah kegiatannya.
Dokumentasi peta situasi puncak G.Sundoro yang dimiliki oleh Direktorat Vulkanologi saat ini berupa peta situasi puncak skala 1 : 5000 hasil pengukuran Petugas Dinas Pertambangan Negara, Desember 1921, Oleh karena itu Pemimpin Proyek Pengamatan/Pengawasan dan Pemetaan Gunungapi melalui Kepala Seksi Pemetaan Topografi dan Pengukuran Deformasi Gunungapi menugaskan Sdr. A.R. Sumailani dan penulis …
Kegiatan Penyelidikan Metoda Terpadu di G.Merapi Jawa - Tengah anggaran tahun 1991/1992 dimulai sejak bulan Juni, September 1991 dan bulan Januari - Februari 1992 dimana bulan - bulan terakhir terjadi peningkatan kegiatan.
Dalam triwulan pertama tahun 1992/1993 Proyek Pengamatan/Pengawasan dan Pemetaan Gunungapi menugaskan satu tim ke G. Lamongan untuk melakukan pendataan kembali pendudukan di sekitar Daerah Bahaya dan Daerah Waspadanya. Survei dilakukan selama 20 hari dengan petugas terdiri dari 7 orang, terhitung mulai tanggal 8 sampai dengan tanggal 27 Mei 1992.
Pendataan penduduk di sekitar G.Kelut tidak dilakukan di seluruh Kecamatan, atau Desa yang tercantum dalam peta Daerah Bahaya G.Kelut, dipilih daerah yang dianggap rawan. Pendataan yang dilakukan dapat mempersempit batasan Daerah Bahaya 1 dan Daerah Bahaya 2 yang tercantum dalam Peta Daerah Bahaya G.Kelut.
Penyelidikan dan pemantauan geokimia di G.Merapi meliputi kegiatan pengambilan cuplikan gas, kondensat, sublimat, aerosol, batuan/lava dan pengukuran temperatur di solfatar - solfatar puncak Merapi
Pengukuran SP tahap I di G.Gede dilakukan pada bulan Juli s/d bulan Agustus 1992, sehubungan dengan program proyek Sub Dit Analisa Gunungapi, Direktorat Vulkanologi pada anggaran tahun 1992/1193.
Balise Seismologik CEIS ESPACE adalah alat yang dapat menditeksi, mengklasifikasi, memorisasi, dan mentransmisikan gejala - gelaja seismik. Alat ini berasal dari Perancis, sebanyak 4 set dan sekarang berada di Sub. Dit Analisa Gunungapi.
Penyelidikan dan pemantauan geokimia di G.Merapi meliputi kegiatan pengambilan cuplikan gas, kondensat, sublimat, aerasol, batuan/lava dan pengukuran temperatur di solfatar - solfatar puncak Merapi.
Dalam penelitian ini, Regu Gaya Berat melakukan pengukuran harga besaran gravitasi bumi (g) dengan cakupan wilayah sekitar Kawah Ijen, sedangkan Titik Acuannya (BASE) terletak di Pesanggrahan Sumberweringin, Bondowoso.