Pengukuran deformasi yang dilakukan oleh kelompok kerja deformasi dari Kantor Seksi Penyelidikan Gunung Merapi Yogyakarta adalah pengukuran jaringan titik - titik di puncak, pengamatan kubah lava dan rekahan di puncak lava 1956. Tujuan pengukuran adalah untuk pemantauan kegiatan Gunung Merapi secara menerus.
Laporan ini bertujuan untuk memperbaiki seismograf RTS Plawangan, Pogog dan Maron serta pemasangan panel dan tempat accu untuk lokasi sensor geomagnet di sekitar G.Merapi.
Laporan ini bertujuan untuk memperbaiki jaringan seismik dan geomagnet di G.Merapi. Adapun tugas yang dilaksanakan adalah pemasangan regulator pada seismograf Klatakan, perekaman signal seismik dari stasiun seismograf RTS Klatakan, perbaikan stasiun geomagnet Lempong, dan perbaikan stasiun geomagnet Cemoro.
Pengamatan visual di daerah puncak G. Merapi pada umumnya menunjukkan keadaan yang tidak jauh berbeda dengan bulan sebelumnya. Keadaan morfologi Kawah Gendol, Kawah Woro, Lereng utara, Geger buaya dan beberapa lokasi lainnya tidak mengalami perubahan menyolok.
Di dalam ini memuat penyelidikan metoda lapangan Gunungapi di Gunung Merapi wilayah Jawa Tengah terdiri dari penyelidikan berdasarkan kelompok kerja Geokimia, Seismik/Geomagnet, Deformasi, dan Laharan.
Salah satu diantara gunung berapi di Indonesia yang masih aktif melakukan kegiatan adalah Gunung Merapi, terletak di perbatasan Kabupaten Magelang, Kabupaten Boyolali, dan Kabupaten Sleman dengan ketinggian lebih kurang 2.911 M diatas permukaan air laut.
Gunung merapi dalam tahun 1961 bekerja dengan giat sesudah tenang selama l.k 2 tahun. Kegiatan dimulai sejak tanggal 5 April 1961 dengan guguran-guguran dari sumbat lava sebelah baratdaya dan kemudian disusul oleh kegiatan yang berpusat pada lava 1957.
Dengan adanja laporan2 dari pos pendjagaan gunung berapi di Babadan, jang memberitahukan bahwe G.Morapi dalam pormulaan th. 1953 soring mongeluar-kan asap tebal hitem, lagi pula meningkatnja beker-djanja solfatara2 didaerah puntjak, make sogera di-adakan penindjauan oloh Kepala D.G.B. beserta dengan Sdr. Mo.Slamet den Surjo
Kegiatan G. Merapi tahun 1967 ini diawali oleh awan panas letusan pada tgl.12 djanuari, djam 13.39. Awan panas tersebut mencapai jarak 6 km. dari puncak masuk kejurusan K.Batang
Skripsi utama ini disusun berdasarkan hasil pengamatan dilapangan yang penulis lakukan sendiri dari tanggal 24 Agustus s/d 19 Oktober 1964. Skirpsi mana harus dibuat dalam semester ke VI, kurikulum akademi geologi dan pertambangan, dan merupakan salah satu syarat untuk mengikuti ujian terakhir pada akademi geologi dan pertambangan di Bandung.