G, Marapi, G. Tandikat, G. Kerinci adalah termasuk dalam gunungapi yang pernah mengadakan letusan magmatik maupun yang praktik setelah tahun 1600 (tipe A). Kegiatan gunungapi tidak selalu menunjukan gejala yang tetap sepanjang sejarahnya. Maka pengamatan akan kegiatan gunung api perlu dilakukan secara sistematik, sehingga dapat diikuti perkembangan kegiatannya dengan baik.
Tanggal 31 Maret, Ato Djuhara dan penulis dari Seksi PETAPI ditugaskan ke G. Marapi, Sumatra Barat. Maksudnya ialah untuk mengumpulkan data - data letusan, melakukan pemriksaan puncaknya, mmebuat penampang - penampang melintang dari beberapa sungai yang berhulu di daerah puncak (yang memungkinkan bisa dilalui oleh lahar hujan). Pekerjaan dapat diselesaikan tanggal 14 April karena beberapa sunga…
Pada 31 Maret, Ato Djuhara dan penulis dari seked PETAPI dengan SPD No. 842/S/1975, ditugaskan ke G. Merapi, Sumatera Barat. Maksudnya untuk mengumpulkan data letusan, melakukan pemeriksaan di puncaknya; dan membuat penumpang melintang beberapa sungai yang berhulu di daerah puncak, yang mungkin bisa dilalui oleh lahar hujan.
Di dalam bukunya, kemerling mengatakan, bahwa jalan jung menuju kepuncak ada dua, pertama yang terdekat dan termudah lewat batu - sababaru. Sesampai disitu terus mengikuti jalan raja ke Natal. Tempat tertinggi di jalan disebut Pintu Angin, ketinggian 1280m. Pinggir kawah yang akan dituju 2145m. Jadi perlu mendaki lagi 865 m.
Mengingat pentingnya D.G.B. di Indonesia, yang kepulauannya penuh ditaburi oleh gunung - gunung yang berapi; maka penting sekali jika D.G.B disempurnakan, Demikian pendapatnya pemimpin D.G.B.
To this geology of volcanoes also belong as still in Keli Mutu in central and the sorikmerapi.
peninjauan lokasi pos Gunungapi sehubungan dengan adanya rencana pembangunan Pos Gunungapi di daerah Sumatra Utara dan Sumatra Selatan, dilakukan oleh penulis dari tanggal 23 September sampai 18 Oktober 1981, atas biaya dari Proyek P3GV anggaran th. 1981/1982.
Air yang dianggap oleh pribumi sangat mujarab ini adalah bening, dengan berat jenis 1,00126 pada 27 derajat c, berbau serupa zat air belerang dan rasanya hambar.
Di bawah suatu gunungapi mula - mula terdapat kerakbumi padat, dan di atasnya suatu masa cair membara, disebut magma, di atasnya suatu masa cair membara, disebut magma.
Pada umumnya gunung api di Indonesia menghasilkan batuan calcalkali dari tipe magma pasifik dan hanya beberapa saja yang menghasilkan magma Mediateran misalnya seperti G. Tambora (1815) menghasilkan magma Mediteran