Gunungapi Tambora merupakan gunungapi aktif Tipe A yang terdapat di P. Sumbawa, Provinsi Nusa Tenggara Barat. Letusan besar G. Tambora pernah terjadi pada Tanggal 10-12 April 1815 mengakibatkan morfologi strato terpancung seperti sekarang ini dengan puncak tertinggi 2851 m dpl dan membentuk sebuah kaldera berdiameter 6x7 kilometer (km), berkedalaman sekitar 1 km
Gunung Sangeangapi merupakan pulau gunungapi yang secara administratif masuk kedalam wilayah kecamatan Wera, Kabupaten Bima, Provinsi Nusa Tenggara Barat dengan ketinggian 1909 m dpl. Kota terdekat dari Gunung Sangeangapi adalah Kota Bima. Gunung tersebut diamati dari Pos Pengamatan Gunung Api yang terletak Desa Sangiang, Wera, di Pulau Sumbawa, kurang lebih 10 km ke arah barat daya dari pulau …
Gunungapi Lewotobi merupakan gunungapi strato bertipe andesitik dengan kubah lava pada bagian puncaknya. Gunungapi ini terletak di bagian imur Pulau Flores, Provinsi Nusa Tenggara Timur. G. Lewotobi mempunyai dua puncak, yaitu G. Lewotobi Laki-Laki di bagian Utara dengan ketinggian 1584 meter (m) di atas permukaan laut (dpl) dan G. Lewotobi Perempuan dengan ketinggian 1703 m dpl, dibagian selatan.
Menurut van padang (1951), gunungapi Wai Sano digolongkan sebagai gunungapi aktif tipe B karena sejak tahun 1600 an tidak ada catatan mengenai aktivitas letusan. Menurut Van Padang (1951), gunungapi ini bertipe stratovolkano karena produk letusannya berupa aliran lava dan endapan piroklastik. Wai Sano (603 m dpl) merupakan sebuah gunungapi berdanau kawah di bagian Barat Flores dengan ukuran 3,5…
Gunungapi Keli Bara digolongkan sebagai gunungapi tipe B, karena sejak tahun 1600 an tidak ada catatan mengenai aktivitas letusan. Gunungapi ini sangat erat hubungannya dengan aktivitas vulkanik yang berada disebelah utaranya, yaitu G. Kelimutu, beberapa penduduk setempat menyebutnya gunung Sokoria. G. Keli Bara adalah gunungapi sekunder yang tumbuh di dalam kaldera Sokoria yang bergaris tengah…