Pengamatan Seismik G. Kelut menggunakan sistem tripartit secara permanen. Sistem tersebut juga dilengkapi dengan dua komponen datar yang ditempatkan di Bambingan, satu lokasi dengan salah satu komponen tegak dari jaringan tripartit.
Berdasarkan SPPD No. 2106/P/84 dan SPPD No.2107/P/84 penulis berdua ditugaskan ke Pos Pengamatan gunung KW. Ijen di Paltuding Licin Banyuwangi.
Kami ditugaskan ke G.Dieng dalam rangka pengamatan visual kegiatan G. DIeng, dengan SPPD No.1028/P/84. Tugas dilaksanakan sejak 10 Juli s/d Agustus 1984. Selama tugas telah kami kumpulkan data pengukuran suhu dan pengamatan visual sejak bulan Juni s/d Agustus 1984. Pengumpulan data yang sinambung sangat diperlukan, karena dapat untuk mengetahui tingkat kegiatan suatu gunungapi.
In August, 1984, Robert Y. Koyanagi, Seismologist, and George Kojima, Electronics Technician were missioned to Indonesia to evaluate the radio telemetered seismic network (RTS) at Merapi Volcano Observatory located at Yogyakarta in Central Java.
Berdasarkan SPPD no. 3776/P/84 kami bersama para pengamat dari Pos Pengamatan G. Merapi ditugaskan untuk melakukan pengamatan, pemeriksaan serta pengukuran suhu solfatara di G. Merapi.
Tulisan ini merupakan laporan kerja tim pemetaan geologi komplek Dieng tahap ke dua, yang berlangsung dari tanggal 1 s/d 31 Desember 1981.
For the post-World War II period, most of the data are derived from observations by the then Volcanological Survey Division of the Geological Survey of Indonesia, where one of us (I.S) was attached since 1952.
Berdasarkan Surat Perintah Perjalanan Dinas No.1880/P/80 tanggal 1 Desember 1980, penulis bersama dengan dua orang pengamat dari G. Merapi di Pos Babadan dan Plawangan ditugaskan untuk melakukan pemeriksaan kawah G. Merapi.
Merapi Volcano in Central Java is the most active volcano in Indonesia. Eruptions have occurred very frequently (approximately once in a year as recorded since 1920) and it is situated in a densely populated area. Therefore it may be classified as a very dangerous volcano.
Akibat turunnya hujan yang lebat dipuncak gunung maupun disekitarnya mengakibatkan air hujan itu massanya besar dan menjadi motor membawa/mengikis material - material berupa guguran lava dan hasil - hasil letusan yang terendap dilereng - lereng gunung dan dilembah - lembah sungai.