Pemetaan tahap kedua dilakukan mulai 3 - 28 Januari 1981. Pada kesempatan pemetaan ini diarahkan kepada pembuktian terhadap hasil - hasil yang telah diperoleh pada pemetaan tahap pertama serta perluasan daerah pemetaan. Personil pemeta tetap berjumlah lima orang seperti sebelumnya.
Pemetaan ini merupakan kegiatan tahap I yang berlangsung selama kurang lebih 1 bulan. Dalam laporan kemajuan pertama ini terkandung hasil - hasil penyelidikan geologi pendahuluan yang berupa pengenalan Stratigafi, Gemorfologi, dan Struktur Geologi.
Untuk pengenalan lapangan dan alat - alat yang digunakan dalam penyelidikan dan pengamatan gunungapi khususnya G. Kelut serta cara - cara mempergunakannya, maka tgl 17 Mei s/d 31 Mei 1980 penulis ditugaskan di Pos Pengamatan Gunungapi G. Kelut di Margomulyo, Jawa Timur.
Pemeriksaan kawah dan pengukuran suhu adalah salah satu cara untuk mengetahui perubahan kegiatan gunungapi pada waktu itu.
pengukuran kubah lava G. Merapi, untuk sen- duga volumnya. Penggunaen istilah pendugaan disini kerena pengukuran dilakukan hanya dengan membidik suatu titik di punoak, yang bukan se rupakan titik tetap. Titik duga tersebut sewəktu-waktu depet berubah karena pertumbuhan kubah lava, longsor atau akibat lainnya.
Gunung Kelut adalah salah satu dari beberapa gunungapi aktif yang dianggap berbahaya di Indonesia.
Dalam laporan sementara ini akan memuat seluruh kegiatan yang dilakukan sejak bulan Juli 1977 hingga bulan Juni 1980 di G. Merapi Jawa Tengah, yang akan meliputi pencontohan dan analisa kimia contoh batuan, air dan gas G. Merapi, dan melibatkan sejumlah 993 buah contoh.
Setelah menerima pemberitahuan dari Pemerintah Daerah Tingkat II Probolinggo pada tanggal 13 Juni 1980, tentang peningkatan kegiatan G. Bromo, Jawa Timur, Direktorat Vulkanologi mengirim suatu tim terdiri dari 2 orang untuk mengamati dari dekat keadaan G. Bromo. Tim yang diberangkatkan dari Yogyakarta (petugas sedang berada di Yogyakarta untuk melakukan penyelidikan rutin G.Merapi) berada di Br…
Pada tanggal 9 Desember 1978 beberapa personil Sub Direktorat Panas bumi termasuk penulis menyertai "expert" dari Canada John T. Crandall ke Kamojang. Personil dari Direktorat Vulkanologi termasuk Ir. Susilo Badhri, Nikmatul Akbar B.Sc, Freddy Nanlohi B.Sc, dan pengendara mobil untuk melayani para personil, Harun Suherman.
Daerah Gunung Merapi Jawa Tengah dan sekelilingnya telah di petakan secara umum, antara lain : oleh R.W. Van bemmelen (1949); W. Raharjo; Sukandarrumidi; dan H.M.D. Rosidi (1977)/