Kegiatan penyelidikan dan pelayanan di bidang sumber daya geologi merupakan tugas utama dari Pusat Sumber Daya Mienral, Batubara, dan Panas Bumi - Badan Geologi. Kegiatan ini telah dilaksanakan secara berkesinambungan setiap tahun angaran, untuk mengungkap potensi sumber daya geologi yang meliputi mineral, batubara, dan panas bumi di Indonesia. Pelaksanaan kegiatan tersebut bertujuan untuk meni…
Kegiatan penyelidikan dan pelayanan di bidang sumber daya geologi merupakan tugas utama dari Pusat Sumber Daya Mienral, Batubara, dan Panas Bumi - Badan Geologi. Kegiatan ini telah dilaksanakan secara berkesinambungan setiap tahun angaran, untuk mengungkap potensi sumber daya geologi yang meliputi mineral, batubara, dan panas bumi di Indonesia. Pelaksanaan kegiatan tersebut bertujuan untuk meni…
G. Banda Api adalah salah satu gunungapi aktif di Indonesia dengan ketinggian 658 m dari permukaan laut. Posisi geografis 120° 52' 17" BT dan 4° 31' 30" LS. Meru-pakan salah satu pulau di Laut Banda. Gunungapi tersebut mempunyai tiga buah kawah yang terletak di puncak. G. Banda Api termasuk dalam wilayah Kabupaten Maluku Tengah Provinsi Maluku. Untuk mengetahui tingkat kegiatan gunungapi ters…
Berdasarkan Surat Perintah Perjalanan Dinas No.2280/P/85 dan No.2281/P/85 penulis dengan Sdr.Usman Baharmin petugas dari G. Kelimutu ditugaskan untuk melakukan Pengamatan dan Penyelidikan Seismik G. Sangeangapi. Tinggi G. Sangeangapi Doroapi 1949 m. Doro Mantoi 1795 m, tinggi diatas dasar laut. Tipe gunungapi strato kembar. Posisi geografi 8°11' Lintang Selatan, 1.19°03,5 Bujur Timur. Terleta…
Sebenarnya mengenai akan lahirnya G. Hobal ini telah diperkirakan oleh Petroeschevsky (1948). Pada waktu penyelidikan tersebut, dia melihat bualan-bualan air (seperti air mendidih) di laut dekat Ili Gripe. Dalam bahasa daerah setempat "Hobal" berarti timbul, penamaan ini juga didasarkan karena letaknya di dekat pantai Hobal (Tanjung Paugora).
Gunung Rinjani adalah gunungapi aktip. Termasuk dalam tipe strato dengan kaldera yang berdanau. Merupakan gunungapi paling tinggi di Indonesia setelah Gunung Kerinci terletak dalam wilayah Nesatenggara Barat (P.Lombok). Secara geografis terletak pada garis 116°15'-116°35' BT dan 8°108040 dengan ketinggian 3726 meter dari muka laut dan danau kaldera 1998 meter.
Berdasarkan SPPD No. 1317/P/1984 tanggal 6 Agustus 1984 an. Petrus Lalo dan No. 1318/P/1984 tanggal 5 Agustus 1984 an. Muh Abbas untuk penelitian kawah dan pengukuran suhu-suhu solfatara/fumarola gunungapi Rokatenda dan gunungapi Egon di Kabupaten Sikka. Berhubung SPPD terlambat penerimaannya sehingga petugas baru dapat berangkat ke Maumere tanggal 16 Agustus 1984.