Analisis risiko merupakan permasalahan keputusan spasial multikriteria atau multi criteria decision making (MCDM) yang memerlukan gabungan informasi geografi dan preferensi dari pengambil keputusan. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, diperlukan suatu sistem pendukung keputusan spasial (SPKS) yang dapat membantu pengambil keputusan melakukan pendekatan dalam menentukan suatu keputusan.
Pengamatan aktivitas seismik bumi menuntut ketepatan dan keahlian yang tinggi dari seorang pengamat. Pengamatan seperti picking dan penentuan lebar jendela yang sangat bergantung pada subjektivitas pengamat ini sangat sulit diterapkan pada sinyal gempa vulkanik, karena umumnya onset sinyal sering kali sulit terlihat.
Salah satu metode geofisika yang digunakan dalam pemantauan kegiatan gunungapi adalah metode seismik, yaitu dengan cara memantau kegiatan seismik atau kegempaan gunungapi secara terus menerus, baik sebelum letusan, pada saat letusan, maupun setelah letusan.