Daerah penyelidikan tersusun atas satuan batuan mulai dari batuan malihan hingga aluvium, mencakup berbagai formasi sedimen dan batuan gunungapi. Inventarisasi menunjukkan potensi bahan galian yang beragam, antara lain bentonit, kaolin/illit, pasir kuarsa, andesit–basal, trass, marmer, belerang, fluorit, dan lainnya. Beberapa komoditas dinilai prospektif, terutama bentonit di Pulau Pengas dan…
Daerah Riau memiliki jenis bahan galian yang begitu kompleks dengan litologi yang terdiri dari batuan metamorf, batuan sedimen, batuan terobosan dan batuan vulkanik. Secara struktur, daerah ini merupakan bagian dari cekungan Sumatera Tengah yang didominasi oleh batuan sedimen tersier. Beragam penemuan di daerah Riau menunjukkan adanya harapan baik untuk pengembangan potensi timah dan logam lain…
Kegiatan inventarisasi bahan galian di komplek G. Cireme, meliputi sekitar kabupaten Cirebon, Kuningan, dan Majalengka, Jawa Barat dibiyai oleh Proyek Penyelidikan dan Pengamatan Gunungapi yang telah dijadwalkan dalam tahun anggaran 1998/1999.
Kegiatan inventarisasi bahan galian di Komplek Gunungapi Ijen, Kab. DT. II Banyuwangi dan DT II Bondowoso, Jawa Timur dilakukan untuk mengetahui material yang dihasilkan oleh letusan selama sejarah pembentukan Komplek Gunungapi Ijen yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan bangunan atau bahan galian golongan C.
Penyelidikan ini dilaksanakan sebagai bagian dari tugas Seksi Batumulia dalam eksplorasi dan inventarisasi sumber daya mineral. Lokasi penyelidikan dipilih berdasarkan Peta Geologi Lembar Padangsidempuan dan Sibolga (1982), khususnya pada satuan batuan Serpentinit Huraba yang terdiri atas serpentinit, peridotit, dan piroksenit, yang diduga berasosiasi dengan mineral jadeit. Selain itu, penyelid…