Gunung Lamongan merupakan gunungapi bertipe strato yang teletak di Kav. Lumajang, Jawa Timur. Gunungapi Lamongan mempunyai karakter erupsi sangat unik yaitu jika terjadi kegiatan maka pusat kegiatannya selalu disamping kawah utama yang berada di puncak dan dikelilingi oleh tidak kurang dari 60 pusat erupsi parasitik yang terdiri dari kerucut vulkanik dan maar.
Gunung Ijen merupakan gunungapi bertipe strato yang terletak di Kab. Banyuwangi dan Bondowoso - Jawa Timur. G. Ijen terletak di bagian ujung timur Pulau Jawa mulai dari selat Bali sampai Bondowoso yang meliputi luas 500 km2, terdiri dari endapan vulkanik antara lain abu gunungapi, lapili, bom gunungapi dan leleran lava. Letusn yang pernah terjadi adalah freatik dan magmatik.
Gunung Salak merupakan sebuah gunungapi tipe A yang terdapat di pulau Jawa, Indonesia, Gunung ini mempunyai beberapa puncak, di antaranya Puncak Salak I dan Salak II. Letak astronomis puncak gunung ini ialah pada 6°43' LS dan 106°44' BT. Tinggi puncak Salak 1 2.211 m dan Salak II 2.180 m dpl. Ada satu puncak lagi bemama Puncak Sumbul dengan ketinggian 1.926 m dpl.
Menurut Neumann van Padang, G. sundoro merupakan kerucut gunungapi yang sangat teratur, dipisahkan dari G. Sumbing oleh Pelana Kledung (1405 m). Di bagian timur dari puncak datar seluas 400x300 m terdapat kawah kembar besar K1-K2 berukuran 210x150 m, sedangkan dataran segero wedi, Banjaran, Z3 dan Z4 di bagian barat dan utara adalah sisa dari kawah utama dan sekunder.
Gunungapi Gede merupakan gunungapi aktif yang berada di tiga wilayah kabupaten yaitu Bogor, Sukabumi dan Cianjur, Provinsi Jawa Barat. Gunungapi Gede merupakan gunungapi strato dengan ketinggian puncak mencapai 2958 d. dpl dan terdapat 7 buah kawah yang masih aktif di area puncak yaitu kawah Gemuruh, Gede, Sela, Ratu, Wadon, dan kawah Baru (Berita berkala vulkanologi Edisi G. Gede, 1990).
Gunungapi Arjuno-Welirang menurut Neuman Van Padang (1951) diklasifikasikan sebagai gunungapi type B, namun setelah terjadi letusan samping tahun 1952, menurut Hadikusumo tahun 1957 memasukkannya kedalam klasifikasi type A. Sedangkan Kusumahdinata (1979) dalam buku Data Dasar Gunungapi Indonesia, G. Arjuno-Welirang termasuk kedalam 8 gunungapi type A yang belum dibahas karena masih meragukan.
Gunungapi Arjuna-Welirang termasuk ke dalam 3 wilayah kabupaten yaitu, Kabupaten Malang, Kabupaten Mojokerto dan Kabupaten Pasuruan, Provinsi Jawa Timur dengan luas daerah sekitar 670 km persegi. Berdasarkan catatan sejarah gunungapi pernah dua kali mengalami peningkatan yaitu pada tahun 1950 terjadi letusan abu.
Berdasarkan letusan sebelumnya karakter letusan G. Galunggung adalah letusan yang sangat dahsyat (berlangsung secara singkat atau lama) yang diakhir erupsi kubah lava (1918) dan pembentukan kerucut sinder serta leleran lava (1983). Untuk mengetahui produk letusan yang lebih tua lagi berdasarkan peta geologi. G. Galunggung.
G. Galunggung menempati daerah seluas kurang lebih 275 km2 dengan diameter 27 km (baratlaut-tenggara) dan 13 km (timurlaut-baratdaya). G. Galunggung merupakan gunungapi aktif tipe strato dengan ketinggian 2168 m dpl atau 1820 di atas daratan Tasikmalaya. Sejarah letusan G. Galunggung secara umum bersifat relativ aktif.