Kegiatan penyelidikan S.P di Guntur, merupakan lanjutan penyelidikan terdahulu, yaitu penyelidikan S.P di Puncak Kancah nangkub yang merupakan sebagian dari puncak Komplek G.Guntur. Adapun puncak Kancah nangkub di dalam Komplek G.Guntur disebut G.Parukuyan.
Pengamatan lapangan berlangsung selama satu bulan, yaitu sejak akhir Januari sampai pertengahan Februari 1985. Cara pengamatan gempa yang diterapkan disini adalah jaringan tripartit. Sedang peralatan yang digunakan adalah seperangkat seismograp elektromagnetik tiga komponen.
Pada Oktober 1984 penulis mendapat tugas melakukan pengukuran suhu di G.Papandayan dan G.Guntur, bersama Sdr. Asep Sugiri dan Unu Hidayat, dengan SPPD No.2117/P/84. Maksud pemeriksaan ini adalah untuk mengetahui aktifitas solfatara ke dua gunungapi tersebut yang termasuk Daerah Tk II Kab. Garut.
Bulan Pebruari dan Maret 1984 dengan Sppd No. 3959, 3960, 3961/P/84 Sdr. Pandi, Effendi dan saya ditugaskan Kasi Pemetaan Topografi, Sub Dit Pemetaan Gunungapi, untuk melanjutkan pemetaan di sekitar gunung Guntur. Adapun daerah yang dipetakan yaitu lereng gunung sebelah baratdaya yang alur-alunya menjurus ke daerah Cipanas/Tarogong.
Pemeriksaan kawah dan pengukuran suhu dilakukan untuk mengetahui tingkat kegiatan G. Guntur dan G. Papandayan dibandingkan dengan keadaan sebelumnya, yaitu berdasarkan keadaan kawah, solfatara dan suhunya.
Pemetaan daerah bahaya G.Guntur dimaksudkan selain melakukan pengecekan keadaan kawah (kegiatan puncak) juga pemeriksaan lembah sungai yang berhulu dari daerah puncak yang akan menampung debu dan pasir hasil letusan G.Galunggung 1982 yang menutupi G.Guntur serta bahan longsoran untuk potensi banjir bandang (galodo).
Untuk mengetahui perubahan kemagnetan dari akibat adanya suatu aktivitas gunungapi, perlu dilakukan pengamatan pada titik - titik amat kemagnetan untuk mengetahui harga dasr kemagnetan disekitar gunungapi.
Pemetaan yang telah dilaksanakan bertujuan membuat peta ge-ologi terperinci berdasarkan pada data lapangan dan hasil pemeriksaan laboratorium, serta dibantu beberapa acuan da-ri penyelidik terdahulu. Lebih lanjut dari peta geologi yang dihasilkan itu diharapkan dapat diketahui evolusi Kom-pleks G. Guntur serta menunjang data terhadap pembuatan pe-ta daerah bahaya gunungapi.
Pada tanggal 6 - 8 November 1979 dilakukan pemeriksaan dan pengukuran suhu di G. Galunggung, G.Guntur, G.Papandayan, dan G.Gede. Pemeriksaan ini dilakukan sehubungan dengan terjadinya gempabumi tektonik pada tgl 2 November 1979 yang episentrumnya terletak pada 3,85' Lintang Selatan dan 108' Bujur Timur (Pusat Meteorologi dan Geofisika).
Gempa bumi vulkanik, mungkin Juga tektonik yang terjadi didaerah sekitar gunungapi, merupakan salah satu gejala penting dalan menentukan tingkat kegiatan suatu gunungapi. Sehubungan dengan itu saka pemantauan kegiatan gempa terhadap gunungapi aktif yang dalam keadaan istirahat maupun giat merupakan suatu keharusan. Data yang diperoleh dari hasil penyelidikan dalam keadaan tenang akan berguna se…