Maksud pekerjaan ini adalah untuk mencukupi instruksi dari Kepala Dinas Gunung Berapi di Bandung untuk mengadakan pengukuran (topografis opname) didaerah kawah G.Kelud disebelah Barat.
Shortly after the outburst of May 19 to 20, 1919 tales go the round, that a view person, Europeans as well as natives have forecasted or knew, a coming activity of the Kelut. These people even are able to have observed the precursory symptoms.
Maksud dari kegiatan ini adalah melakukan leveling pada sejumlah titik ukur (Bench Mark) yang terpasang di G. Kelud. Tujuannya adalah untuk mengetahui deformasi yang terjadi pada tubuh gunungapi tersebut dengan cara membandingkan data hasil pengukuran yang telah dilakukan sebelumnya.
Salah satu fenomena alam yang terjadi sejak bumi ini terbentuk, yaitu erupsi gunungapi. Fenomena ini sejak adanya peadaban dan kehidupan manusia menjadi bencana alam yang kedatangannya tidak dapat diduga secara pasti kapan terjadinya, yang dapat merusak sarana dan prasarana untuk menunjang kelangsungan hidup.
Sehubungan belum ditemukannya terowongan inlet Ampera gunung Kelud yang pelaksanaan penggaliannya dilaksanakan oleh PT. Brantas Abipraya Kediri, maka pada tanggal 11 Desember 1991 koordinator Tim G.Kelud menugaskan Sdr. Agus Martono, Sdr, Edy Firman beserta penulis dengan SPPD No. 11, 12, dan 13/PK/91 ke G.Kelud di Kediri Jawa Timur.
Pemotretan dari hasil udara diatas Gunung kelut dan daerah-daerah laharan sekelilingnya dilakukan oleh pihak P.N. Aerial survey pada tanggal 10 Mei 1966 dengan mempergunakan persawat udara B-25.
Menghubungi Madahansip Djawa Timur untuk mendjelaskan isi surat Kep. Bagian Volkanologi tgl.27-9-1965 No.2979, mengenai pengamatan gunungapi-gunungapi di djawa timur. Menghubungi Kamasak Kediri untuk pengawasan G. Kelut akhir-akhir ini.
Menurut surat perintah dari Tn. Dr. Ir.ter Bruggen Kepра-la Perwakilan Djawatan Pertambangan di Bandung pada tanggal 5 September 1951, maka saja (terhitung rombongan Dr.A.L.Simons) jang terdiri dari Dr.A. L., Simons, 2 orang pembantu Geoloog, 20-rang Djuru ukur, dan 1 orang Mantri Waarnemer; pada tanggal 6 September kami (Rombongan Dr. Simons) berangkat dari Bandung ke Kediri. Esok harinja tg…
Penulisan seri buku yang berjudul “Erupsi G. Kelud 2007” bertujuan untuk memberikan Gambaran tentang proses naiknya magma ke permukaan yang dipantau melalui beberapa metoda pemantauan antara lain metoda avisual, kegempaan, deformasi, dan kimia. Melalui data-data yang sudah diolah oleh para ahli Vulkanologi di Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi menghasilkan suatu informasi yang s…
Pemantauan deformasi tubuh gunungapi merupakan metoda pemantuan yang berbasis waktu panjang. Deformasi terjadi secara perlahan sesuai dengan perkembanan distribusi tekanan di dalam gunung.