Dalam rangka penelitian batuan gunungapi purba G. Huria, penulis diberi tugas untuk mendampingi dua orang tenaga ahli. Mereka ialah maha- guru Universitas Padjadjaran dan I.T.B., yaitu Dr. M. Koesmono dan Prof. Dr. S. Sartono.
sehubungan dengan peningkatan kegiatan G. Merapi, sejak tanggal 6 Mare 1976, Sdr. Rudy Dalimin B. SC., Sdr. S. Harto dan Sdr. Asep Djaja bersama penyusun ditugaskan ke sekitar G. Merapi.
Dalam rangka penelitian batuan gunung api purba G. Muria, penulis ditugaskan mendampingi tenaga ahli. Mereka adalah mahaguru Uniersitan Padjadjaran dan ITB.
Untuk melengkapi kebutuhan data koordinat dan tinggi di atas muka laut di pos pengawasan G. Mrapi (Selo, Jrakah, Deles), telah dilakukan pengukuran untuk hal tersebut
Pertengahan bulan Oktober 1970 telah berangkat rombongan dari saksi penelitian Gn. Api Dinas Volkanologi menuju daerah wonosobo gunung Sundoro yang geografinya 109° 59'30'' B.T 7° 18' U.S.
Dengan adanja kegiatan vulkanik umumnja ditanah air pada waktu akhir2 ini (1960/1961) sampai permulaan tahun 1961, maka oleh Djawatan Geologi/ Urusan Vulkanologi merasa perlu mengadakan pemeriksaan puntjak G.Slamet untuk mengetahui perubahan - perubahan apa jang telah terdjadi sebagai akibat kegiatan vulkanik dan kemungkinan2 lainnja jang akan timbul mengingat telah beberapa tahun berselang tid…
Dalam laporan ini membahas perjalanan ke pos - pos penjagaan gunung api di Jawa Tengah dan Jawa Timur yang terdiri dari : Gunung Kelut, Gunung Semeru, Gunung Lamongan, Gunung Dieng, Gunung Merapi, dan Djrakah.
After the volcanic destruction in 1931 the W foot of the mountain was harassed by heavy banjirs, which beat in pieces the bridges and covered fields with sand. The banjir problem of the Merapi was studied in detail by K.G.R. Schmidt, a separate detailed report about this is in preparation by him.
The ladumasses were deeper cut in the course of the mouths and it appears always clearer, that they were built of a heterogen, lightbrown colored sand mass, where in-between irregularly scattered, the stones occurred as individuals or as bouldertrails.
Pemetaan ini dilakukan untuk membuat peta kawasan rawan bencana G.Lawu, dimana didalam peta ini tergambarkan daerah - daerah yang kemungkinan terkena bencana letusan gunung api berikut potensi bahaya dari G. Lawu jika meletus.