Selama Januari-Juli 1996, cuaca disekitar G.Bromo pada pagi dan siang hari umumnya tampak jelas. Suhu udara berkisar antara 10 sampai 20 C. Angin pada umunya dalam keadaan tenang, namun pada saat tertentu berhembus cukup kuat.
Pengamatan visual ke arah G. Arjuno-Welirang dilakukan dari Pos Pengamatan Gunungapi G.Arjuno-Welirang di Desa Sukereno Kecamatan Prigen Kabupaten Pasuruan. Sedangkan rekaman kegiatan kegempaan G. Arjuno-Welirang dilakukan sejak Mei 1995 sampai September 1996 dan gempa - gempa yang tercatat pada umumnya gempa tektonik jauh dan tektonik lokal.
Pemetaan geologi foto daerah G. Iyang-Argopuro dan sekitarnya dimaksudkan untuk menentukan gambaran secara umum tentang keadaan geologi yang berkembang di daerah tersebut, terutama mengenai morfologi, stratigrafi, struktur geologi dan evolusi maupun sejarah geologinya.
Pemetaan zona risiko bahaya G.Kelut dimaksudkan untuk memberikan layanan informasi kepada Pemerintah Daerah setempat dan masyarakat umum tentang tingkatan risiko yang timbul sebagai akibat bahaya G.Kelut dan pengembangan pembangunan di kawasan gunungapi ini.
Peningkatan kegiatan vulkanik terakhir G. Raung terjadi pada Juli - September 1990 berupa peningkatan kegempaan disertai letusan abu (Erfan dkk, 1990). Sedangkan kegiatan vulkanik Kawah Ijen yang dicirikan oleh erupsi magmatik dan freatik, memperlihatkan peningkatan kegiatan yang terakhir pada Juli - Agustus 1993 berupa letusan freatik yang diawali dengan terekamnya tremor vulkanik yang terus m…
Sesuai dengan rencana kerja Proyek Mitigasi Bencana Alam Geologi maka pada tanggal 7 Juli 1995 Tim Instrumentasi telah mengoperasikan seperangkat sistim. seismograf telemetri radio satu komponen (tegak) buatan Kinemetrics.
Evaluasi dan monitoring yang dilakukan terhadap kegiatan vulkanik G.Bromo diantaranya mengumpulkan data - data pemantauan (seismik ataupun visual), mengambil contoh abu hembusan dan kemudian dianalisis untuk selanjutnya digunakan mengevaluasi kegiatan G.Bromo.
Tujuan penyelidikan magnetik saat ini ditekankan pada analisa struktur, yang erat hubungannya dengan kondisi geologi G.Semeru. Hasil akhir dari model 2 dimensi strukur G. Semeru nantinya akan sangat membantu para pemeta gunungapi dalam menentukan struktur dalam G.Semeru dan kemungkinan evaluasi sejarah geologinya.
Berdasarkan data geologi (pra-sejarah) serta data kegiatan masa sejarah, Direktorat Vulkanologi memandang perlu memantau kegiatan vulkanik G. arjuno-Welirang secara terus menerus. Hal tersebut dibuktikan dengan dibangunnya Pos Pengamatan PGA G. Arjuno - Welirang yang memantau kegiatan Gunungapi tersebut secara visual dan kegempaan yang operasionalnya sejak Februari 1995.
Pada 5 Oktober 1995, dilakukan pemerksaan Kawah Jonggring Seloko di Puncak G. Semeru. Dari hasil pemeriksaan tersebut terdapat perubahan dasar kawahnya jika dibandingkan dengan hasil pemeriksaan tahun 1994.