Daur kegiatan G. Merapi sckarang ini (1973) dimlai dalam bulan tober 1972, ditandai olch ietusan-letusan gas dan terlemparkannya Ok- batuan-batuan lama berupa pasir dan abu. Titik letusan terletak diantara kubah lava 1969 dan sisa lava 1961. Gejala diatas berakhir dalam bulan April ,1973 dinana lava baru mulai muncul dititik yang Bama diiringi oleh awan panas guguran. Kegiatan selanjutnya berup…
Hasil "aanpeilingen" tg.28-8-1974 dengan instrumen TOWILD No. 149356 dari pos plawangan (lihat Gb. I).
Deformasi sebagai salah satu metode monitoring yang diterapkan di G.Merapi, dituntut untuk bisa memberikan data secara teratur dan menerus agar bisa memberikan masukan untuk interpretasi aktivitas G. Merapi secara lebih baik.
Pada tahun anggaran 1993/1994 ini Kelompok Kerja Deformasi telah mengajukan rencana kegiatan lapangan sebanyak 6 (enam kali), sehingga rata - rata setiap 2 bulan sekali naik ke puncak Merapi. Hal ini dimaksudkan untuk menjamin kesinambungan data. Disamping itu, hal yang lebih penting adalah untuk mengetahui perkembangan terakhir aktivitas Merapi secara visual dari dekat.
Pengamatan visual secara langsung di puncak G.Merapi dilakukan pada tanggal 8 Mei 1994. Pengamatan rekahan - rekahan di sekitar puncak tidak memperlihatkan adanya perkembangan yang baru. Morfologi kubah lava sangat jelas perubahannya. Perkembangan kubah yang terlihat adalah bagian kkubah sektor utara sampai tenggara dimana haris tengah kubah lava terlihat membesar.
Pengukuran volume kubah Gunung Merapi bertujuan untuk mengetahui secara "pendekatan" berapa besar volume kubah Gunung Merapi. Digunakan istilah "pendekatan" karena berdasarkan atas sifat dari metoda - metoda pengukuran yang dipergunakan.
Pada tanggal 31 Januari 1992 dilakukan pengamatan di puncak G. Merapi yang pada saat itu volume kubah lava diperkirakan sudah mencapai sekitar 2 juta meter kubik. Hingga bulan Juli 1992 kubah lava masih menunjukkan pertumbuhannya. Oleh sebab itu perlu segera dilakukan pengukuran volume kubah lava. Data volume kubah lava ini sangat penting dari segi ilmiah menyangkut kecepatan pertumbuhannya dan…
Pemimpin Proyek Mitigasi Bencana Alam Geologi melalui Seksi Topografi Gunungapi Sub Dit. Petapi telah menugaskan penulis beserta sdr. Rochanan dengan SPPD No. 568/0441/442875 dan SPPD No. 569/0441/442875, ke G. Soputan selama 18 hari mulai 15 Juli 1996 s/d 1 Agustus 1996. Pekerjaan yang dilakukan oleh kami untuk mengetahui perubahan bentuk topografi dan sekaligus menghitung volume kubah lava, …
Dengan Surat Perintah Perjalanan Dinas No. 940/P/81, tertanggal Bandung, 6 Juli 1981, penyusun laporan ditugaskan ke G.Rokatenda di P. Palue, Nusatenggara Timur, selama 22 hari, terhitung mulai tanggal 9 Juli s/d 30 Juli 1981. Maksud penugasan tersebut untuk mengerjakan pengukuran tepi batas kubah lava G.Rokstenda, juga untuk mengetahui berapa meter kubik volume/isi dari pada kubah lava tersebu…
Gunung Sinabung adalah gunung berapi tipe strato, yang terletak di Kabupaten Karo, Prov. Sumatera Utara, Indonesia. Gunung ini termasiuk kedalam gunung berapi tipe A setelah terjadi erupsi pertamanya setelah lebih dari 400 tahun tidak aktif, yaitu pada tahun 2010, yang kemudian kembali aktif pada tahun 2013. Erupsi dimulai dengan fase freatik, berganti menjadi freatomagmatik, lalu erupsi afusif…