Dengan maksud untuk mengetahui perubahan kegiatan secara visual dan pembentukan kubah lava G. Merapi pada waktu ini serta melihat segala perubahan keadaan sungai sehubungan dengan telah terjadinya aliran lahar dalam musim hujan ini.
Maksud penugasan tersebut untuk pemeriksaan peluapan dan pe-nyebaran lahar serta pembuatan penampang di Besuk Tengah hingga Besuk Sat, sampai di pertemuan dengan Besuk Tunggeng; Besuk Tunggeng hingga K. Pitik, ialah pada ketinggian 1k. 680 m dari permukaan laut; K. Liprak K. Regoyo, K. Rejali, K. Glidik dan Besuk Bang.
Maksud pembuatan penampang tersebut untuk mengeta-hui isi kosong sungai-sungai: 1. Lahar Badak-Lahar Termas, mengalir ke jurusan baratdays dari G. Kelut. 2. K.Ngobo K.Dermo, mengalirnya ke jurusan baratlaut da-ri G. Kelut.
Salah satu usaha penanggulangan yang akan terjadi, yaitu untuk mengurangi bahaya dan kerusakan yang di akibatkan oleh bahan letusan. P.U. telah membuat beberapa buah tanggul serta dan diantaranya adalah : di Besuk Kobokan, letaknya di sebelah bawah Pos Pengairan Besuk Kobokan, pada cabang Besuk Kobokan dan Radjali juga di buatkan beberapa tanggul untuk membelokkan arah aliran sungai tersebut.
Dengan maksud untuk mengetahui perubahan kegiatan secara visual dan pembentukan kubah lava G. Merapi pada waktu ini ser ta melihat segala perubahan keadaan sungai sehubungan dengan to lah terjadinya aliran lahar dalam musim hujan ini, penulis ber-sama dengan empat orang pengamat dari G. Merapi ditugaskan un-tuk melakukan pemeriksaan. Bersama dengan dua orang Pengamat dari G. Merapi melakukan me…
Banjir lahar hujan tgl.25 November 1976, secara langsung ter- lepas dari tingkat kegiatan G.Merapi saat ini (pembentukan kubah lava). Penyebab utama peristiwa tersebut ialah hujan lebat yang turun di daerah lereng bagian atas.
Survei dilaksanakan untuk mengetahui kerusakan-kerusakan yang diakibatkan lahar hujan, lokasi penyimpangan/peluapan lahar hujan, serta Desa-desa yang kemungkinan dapat terkena penyimpangan/peluapan lahar hujan
Pemetaan situasi dan pemeriksaan banjir lahar atau dengan kata lain ialah banjir bandang yang terjadi pada tgl. 13 dan 17 Nopember 1976, dilakukan oleh penulis disertai Sdr. Sobana masing-masing dengan SPJ No. 4872/S/1976 dan SPJ. No 4875/S/1967.
Laporan meliputi hasil pemeriksaan kegiatan Gunung Merapi mulai dari penyebaran abu dan awan pijar , perhitungan kubah lava G. Merapi, serta banjir lahar pada jalur K. Bebeng, K. Krasak, K. Putih
Gunung Merapi yang terletak di daerah Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta, merupakan gunung api pa- ling aktif di Indonesia dan seringkali menimbulkan ke- jutan bagi daerah sekitarnya. Kejutan-kejutan tersebut berupa bahaya aliran awan panas dan banjir lahar hujan yang melanda daerah lereng dengan mendadak. Lubang kegiatan erupsinya sering berpindah pindah setelah terjadinya-lo- tusan ya…