Seperti halnya pada tahun 1972 pengincaran jauh kubah lava ini diikatkan pada bekas titik triangulasi T 303. Pengukuran kali ini dilakukan oleh Asep Djadja.
Longsoran lava dan awan panas meluncur mengikuti hulu S. Batang ke arah Barat Daya. Endapan longsorang dan Ladu terdapat pada lembah S. Batang, S. Bebeng, S. Blongkeng dan sebagian meluber di sekitarnya sungai-sungai tersebut di atas. Hujan abu bercampur dengan pasir halus yang mempunyai ketebalan antara 3 s/d. 4 mm. mempunyai luas kurang lebih 53.125.000 m2.
Daur kegiatan G. Merapi sckarang ini (1973) dimlai dalam bulan tober 1972, ditandai olch ietusan-letusan gas dan terlemparkannya Ok- batuan-batuan lama berupa pasir dan abu. Titik letusan terletak diantara kubah lava 1969 dan sisa lava 1961. Gejala diatas berakhir dalam bulan April ,1973 dinana lava baru mulai muncul dititik yang Bama diiringi oleh awan panas guguran. Kegiatan selanjutnya berup…
Hasil "aanpeilingen" tg.28-8-1974 dengan instrumen TOWILD No. 149356 dari pos plawangan (lihat Gb. I).
Deformasi sebagai salah satu metode monitoring yang diterapkan di G.Merapi, dituntut untuk bisa memberikan data secara teratur dan menerus agar bisa memberikan masukan untuk interpretasi aktivitas G. Merapi secara lebih baik.
Pada tahun anggaran 1993/1994 ini Kelompok Kerja Deformasi telah mengajukan rencana kegiatan lapangan sebanyak 6 (enam kali), sehingga rata - rata setiap 2 bulan sekali naik ke puncak Merapi. Hal ini dimaksudkan untuk menjamin kesinambungan data. Disamping itu, hal yang lebih penting adalah untuk mengetahui perkembangan terakhir aktivitas Merapi secara visual dari dekat.
Pengamatan visual secara langsung di puncak G.Merapi dilakukan pada tanggal 8 Mei 1994. Pengamatan rekahan - rekahan di sekitar puncak tidak memperlihatkan adanya perkembangan yang baru. Morfologi kubah lava sangat jelas perubahannya. Perkembangan kubah yang terlihat adalah bagian kkubah sektor utara sampai tenggara dimana haris tengah kubah lava terlihat membesar.
Pengukuran volume kubah Gunung Merapi bertujuan untuk mengetahui secara "pendekatan" berapa besar volume kubah Gunung Merapi. Digunakan istilah "pendekatan" karena berdasarkan atas sifat dari metoda - metoda pengukuran yang dipergunakan.
Pada triwulan ketiga tahun anggaran 1993 - 1994, Kelompok Kerja Geologi dan Laharan melakukan sampling batuan untuk kelengkapan data petrologi/geokimia batuan G.Merapi, khususnya pada jenjang selatan
Pada tanggal 31 Januari 1992 dilakukan pengamatan di puncak G. Merapi yang pada saat itu volume kubah lava diperkirakan sudah mencapai sekitar 2 juta meter kubik. Hingga bulan Juli 1992 kubah lava masih menunjukkan pertumbuhannya. Oleh sebab itu perlu segera dilakukan pengukuran volume kubah lava. Data volume kubah lava ini sangat penting dari segi ilmiah menyangkut kecepatan pertumbuhannya dan…