Selama pengamatan kami disana dari pertengahan Juni sampai dengan akhir Juni 1997, G. Rokatenda tampak jelas, asap Solfatara tampak umumnya berwarna putih tipis dengan tekanan gas lemah lk. 20 meter dari atas puncak. Sedangkan pengamatan gempa G. Rokatenda dilakukan dengan menggunakan Seismograf Kinemetrics PS-2 sistem radio telemetri (RTS).
Berdasarkan data pemeriksaan kawah. pengukuran suhu pada Juni 1996 terdapat perubahan dibanding pada pemeriksaan Oktober 1995, yaitu : (a) Warna air danau putih keabuan sebelumnya kehijauan; (b) suara desisan terdengar di bibir kawah/kaldera sebelumnya hanya di tempat pengukuran suhu (di dasar kaldera); (c) kolom asap di Kawah A lebih tebal; dan (d) suhu kawah A dan C meningkat 5C. Peningkatann…
G. Agung merupakan Gunungapi Aktif tipe A, selayaknya untuk dipantau secara terus menerus kegiatannya, selain pengamatan dengan kegempaan dan visual dari Pos, kita juga mengetahui keadaan kawah G. Agung dan sekitarnya, sehingga Direktorat Vulkanologi Bandung menugaskan staf Seksi Bali dan Nusatenggara yaitu penulis dengan Sdr. Ariestika Gunalan.
Dibandingkan dengan aktifitas kegempaan antara Januari - September 1996 jumlah gempa vulkanik tercatat rata - rata 23 kejadian per bulan. Sehingga secara kegempaan sampai dengan September 1996, G. Banda Api aktifitasnya dinilai pada aktif normal. Didukung pula oleh data visual berupa hembusan asap putih tipis bertekanan lemah dengan ketinggian mencapai lk. 30 meter dari Kawah Puncak, sedangkan …
Semula pengamatan gempa di G. Tambora memakai seismograf sistim kabel, dengan sistim ini kurang efektif karena kabel yang menghubungkan rekorder dengan seismometer sering putus, maka pada Agustus 1996 sistim kabel diganti dengan sistim radio telemetri.
Pengamatan secara visual dilakukan dari Pos Pengamatan Gunungapi G.Rinjani di Sembalun Lawang umumnya G. Rinjani tampak jelas, tetapi pada siang maupun sore hari terkadang terjadi kabut 0I - 0II. Selain itu, dilakukan juga pengamatan kegempaan menggunakan Seismograf Model PS-2 bersistem Radio Telemetri (RTS), dimana seismometer ditempatkan di lereng G. Rinjani daerah Padabalong dekat G. PLawang…
Dalam Anggaran tahun 1996 - 1997 di Seksi Bali dan Nusatenggara terdapat beberapa gunungapi yang seismografnya tidak berfungsi baik, sehingga Pimpinan Proyek Penyelidikan dan Pengamatan Gunungapi, Direktrorat Vulkanologi mengambil langkah perbaikan/penyempunaan perangkat seismograf. Tujuan ini dimaksudkan agar pemantauan kegempaan gunungapi, khususnya di Bali dan Nusatenggara dapat normal kembali.
G. Bromo (2329 m di atas muka laut) terletak di Jawa Timur dan termasuk dalam wilayah Kabupaten Malang, Pasuruan, Probolinggo dan Lumajang. Kerucut tersebut merupakan salah satu titik kegiatan baru dan satu-satunya yang masih aktif dalam kaldera Tengger yang berbentuk elips (Foto 1). Kaldera tersebut memanjang arah timurlaut-baratdaya dan bergaristengah 1k 11 km x 7 km, merupakan gunungapi yang…
G. Slamet (3432 m di atas permukaan laut) terletak di provinsi Jawa Tengah, termasuk dalam wilayah Kabupaten Banyumas, Purbalingga, Pemalang, Tegal dan Brebes. Kegiatan yang tercatat dalam masa sejarah tidak pernah menyebabkan suatu bencana yang menimbulkan korban manusia. Letusan hanya menyebarkan pasir dan abu saja, hanya beberapa kali di antaranya yang disertai lava pijar. Sekalipun demikian…
Gunung Bromo merupakan gunungapi kerucut sinder dalam kaldera Tengger. Gunungapi tersebut terletak di wilayah kecamatan Sukapura, Kabupaten Probolinggi, Jawa Timur. Terletak pada posisi geografi 7 derajat,56 1/2 Lintang Selatan dan 112 derajat 37'Bujur Timur. tinggi di atas muka laut 2329m dan tinggi di atas kaldera 200m