Gunung api Raung adalah salah satu gunungapi aktif tipe A yang terletak di Propinsi Jawa Timur yang cukup terkenal bagi penerbangan Internasional dan para pecinta alam, dalam hal ini para pendaki gunung. Gunungapi ini walaupn kondisinya dalam waktu lama akan tetap berada dalam kondisi aktif normal, namun sering terjadi letusan asap/abu yang kadang-kadang mengeluarkan asap/abu vulkanik yang memb…
Salah satu realisasi dari tugas nyata perjalanan pemantauan dan pengamatan Gunungapi, yang dikerjakan oleh staf pengamatan Seksi Jawa Barat dan Jawa Timur, Subsidit Pengamatan Gunungapi Wilayah Barat, Direktorat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi pada tahun anggaran 2005 adalah melakukan perbaikan alat seismograf, dan pengamatan langsung ke puncak.
Terletak dalam wilayah kabupaten Bondowoso dan banyuwangi Jawa Timur. Gunungapi ini muncul di lereng sebelah barat kompleks Kawah Ijen, dengan tinggi puncaknya 3332 m diatas permukaan laut. Kawah G. Raung terletak di bagian dasar kalderanya dan sampai sekarang masih memperlihatkan aktifitas yaitu ditandai dengan adanya hembusan solfatara/fumarola.
Salah satu realisasi dari tugas nyata proyek penyelidikan dan pengamatan gunungapi, oleh staf pengamatan seksi jawa Bagian Timur, Subdit Pengamatan gunungapi, Direktorat Vulkanologi pada tahun anggaran 2002 adalah melakukan penyelidikan/pengamatan visual dan kegempaan gunungapi Raung, yang pelaksanaannya bersamaan dengan penyelidikan/pengamatan kompleks Kawah Dieng.
Gunungapi Raung atau Rawon termasuk gunungapi strato yang paling aktif, seperti gunung Merapi dan gunung Semeru, Tumbulah di sebelah Barat kompleks kaldera Ijen, termasuk di Kabupaten Bondowoso, Jember dan Banyuwangi propinsi Jawa Timur. Gunung raung merupakan gunungapi raksasa di bagian timur pulau jawa, yang memiliki kaldera di bagian puncaknya.
Berdasarkan data geologi bahwa pusat letusan G. Raung pada pra-sejarah berpindah pindah, masing masing berurutan dari G. Wates, G. Pajuaran, G.Pajungan dan G. Raung. Di periode kegiatan G.Pajungan, pernah terjadi suatu letusan besar, disertai dengan longsoroan besar yang melanda bagian lereng barat G. Raung (Sutawidjaja dkk., 1987).
Salah satu realisasi dari tugas nyata Proyek Penyelidikan dan Pengamatan Gunungapi, oleh staf pengamatan Seksi Jawa Bagian Timur, Subdit Pengamatan Gunungapi, Direktorat Vulkanologi pada tahun anggaran 2000 adalah melakukan penyelidikan/pengamatan visual dan kegempaan gunungapi G. Raung yang pelaksanannya bersamaan dengan penyelidikan/pengamtan G. Kelut.
Dalam rangka melanjutkan serta menunjang program kerja Seksi Penginderaan Jauh, Sub direktorat Pemetaan Geologi Gunungapi. pada anggaran tahun 1984/1985, triwulan ketiga ini merenccanakan melakukan pemetaan geologi hasil penafsiran potret udara dan citra Landsat daerah G. Raung Jawa Timur
Berdasarkan Surat Perintah Perjalanan Dinas dari Pimpinan Proyek Penyelidikan dan Pengamatan Gunungapi tanggal 23 Mei 1980 Nomor 150/P/80, kami bersama Sdr. Toha ditugaskan ke puncak Gunung Raung.
Bertitik tolak dari berita yang dimuat dalam B.D.G no.22, tahun ke VII edisi Juli (1976), oleh Kepala Bagian Proyek WASAPI berdasarkan laporan dari pos pengawasan Kawah Ijen di Paltuding, menyatakan bahwa G. Raung meletus pada tgl 2-8 Juni 1976.