G. Rinjani terletak di P. Lombok, yang mempunyai suatu Kaldera cukup luas. Dikenal dengan nama Segara Anak, yang merupakan suatu danau penuh air yang jernih. Di tengah-tengah Kaldera terdapat suatu gunungapi yang dinamakan G. Tengah (G. Barujari). Puncak yang tertinggi 2381,57 m, puncak ke II 2376,59 m dan permukaan air danau Segara Anak 2025 m dari permukaan laut. G. Tambora terletak di sajira…
Pada tahun 1966 terjadi letusan pada puncak gunung Barujari (G. Tenga), juga terjadi aliran lava baru. Setelah letusan puncak gunung Barujari ini sama sekali belum dipetakan kembali. Kemungkinan besar kawah Barujari mengalami perobahan topografinya, juga pada lereng-lerengnya yang terlanda aliran lava baru. Maka dari itu sesuai dengan rencana kerja Pelita III tahun ke 2, bagian Proyek Pemetaan …
Gunungapi disatu pihak dapat merupakan sumber bencana, dilain pihak juga dapat merupakan sumber kesejahteraan. Salah satu dari tiga gunungapi aktif di Provinsi Nusa Tenggara Barat adalah Komplek Gunungapi Rinjani (+ 3726 m) yang menjulang di Utara Pulau Lombok, menempati Kabupaten Lombok Timur dan Kabupaten Lombok Barat. Komplek Rinjani mempunyai kaldera berukuran 4888 X 3500 m, dengan yang men…
G. Rinjani terdapat di P. Lombok bagian utara, termasuk Propinsi Nusa Tenggara Barat, mencakup 3 Kabupaten yaitu Kab. Lombok Timur, Kab. Lomboh Tengah dan Kab. Lombok Barat. Puncak G. Rinjani memiliki ketinggian 3725 m diatas permukaan laut. Mempunyai kaladera berukuran 4800 m x 3500 m dimana didalamnya terdapat danau berukuran 2800 x 2400 m. Di sebelah timur danau terdapat kerucut muda G. Baru…
Gunung Rinjani (3726 meter) salah satu gunung di Nusatenggara Barat yang masih digolongkan kedalam gunungapi yang aktip dan paling tinggi di Indonesia setelah Gunung Kerinci. Rencana semula untuk mengunjungi Gunung Rinjani ini pada tahun 1969, dalam rangka penelitian dan pemetaan daerah bahayanya. Berhubung pada waktu itu penulis baru datang menyelesaikan tugas berat ialah penelitian dan pemeta…
Maksud kegiatan ini sebagai realisasi dari Proyek Pengembangan Pertambangan dan Energi NTB dan NTT sesuai dengan tugas dan fungsi kanwil, untuk itu maka perlu dilakukan pemantauan/pengawasan untuk mengetahui antara lain sejauh mana penerapan daerah bahaya gunungapi (kawasan rawan bencana gunungapi), kaitannya dengan pengembangan lingkungan pembangunan di sekitar gunungapi.
Umumnya dalam pengamatan gempa memakai satu komponen seismogaf, pengolahan data dilakukan dengan metoda statistik. Hasil pengamatan gempa seperti jumlah kejadian gempa dan parameternya dituangkan dalam grafik terhadap waktu. Hal ini dimaksudkan untuk mengetahui turun atau naiknya parameter tersebut terhadap waktu yang diperkirakan berhubungan dengan perubahan kegiatan gunungapi. Pengolahan data…
Pengamatan secara visual dilakukan dari Pos Pengamatan Gunungapi G.Rinjani di Sembalun Lawang umumnya G. Rinjani tampak jelas, tetapi pada siang maupun sore hari terkadang terjadi kabut 0I - 0II. Selain itu, dilakukan juga pengamatan kegempaan menggunakan Seismograf Model PS-2 bersistem Radio Telemetri (RTS), dimana seismometer ditempatkan di lereng G. Rinjani daerah Padabalong dekat G. PLawang…
Pada bulan September 1995 Staf Pengamat Gunungapi dari Wilayah Bali dan Nusatenggara melakukan pengamatan terhadap G. Rinjani khususnya G. Barujari di dalam kaldera Rinjani. Pengamatan secara visual dilakukan dari Pos PGA G. Rinjani di Sembalun Lawang, umumnya G. Rinjani tampak jelas baik pagi, siang maupun sore hari, suhu udara berkisar antara 15-25 C dengan kelembaban antara 55% - 89% sedangk…
Tim pengumpulan bahan informasi ditugaskan ke daerah G. Rinjani dari tanggal 2 Juni 1995 sampai dengan tanggal 29 Juni 1995 dengan maksud untuk mengetahui perkembangan baik aspek sosial serta investasi lainnya maupun aspek kegunungapian setelah erupsi terakhir beberapa bulan yang lalu terutama bagi tempat - tempat yang berada di dalam wilayah Daerah Bahaya dan wilayah Daerah Waspada.