G. Sangeang Api adalah gunungapi aktif di Indonesia yang terletak di P. Sangeangm tipe gunungapi strato. Secara administratif terletak di Kecamatan Wera, Kabupaten Bima, Propinsi Nusa Tenggara Barat. Kegiatan letusan G. Sangeang Api yang tercatat dalam sejarah letusannya sebanyak 10 kejadian. Letusan terakhir terjadi dalam tahun 1997-2000. Sifat letusannya eksplosif disertai efusif.
Gunung Awu dengan ketinggian 1320 m dari permukaan laut adalah gunungapi tipe strato dengan danau kawah, terletak di Pulau Sangir Besar, Propensi Sulawesi Utara, Kabupaten Sangihe - Talaud. Posisi geografi 3°40' Lintang Utara, 125°30' Bujur Timur. Pulau ini dapat dicapai dengan mempergunakan Kapal laut atau pesawat terbang dari Manado. Letusan terakhir tercatat pada tanggal 12 Agustus 1966, d…
Jumlah gunungapi yang dipantau/diamati secara visual maupun kegempaan oleh Seksi Pengamatan Wilayah Bali dan Nusatenggara untuk saat ini sebanyak 21 gunungapi yang tersebar di beberapa pulau. Ke 21 gunung api tersebut diamati secara menerus baik secara visual (pemeriksaan kawah) maupun dengan kegempaan. Seismograf yang di pasang di setiap gunungapi telah beroperasi lama, sehingga sering mengala…
Dalam tahun anggaran 1993/1994, Proyek Pengamatan/Penga-wasan dan Pemetaan Gunungapi, Direktorat Vulkanologi, telah menyediakan dana untuk melakukan pengamatan kegiatan Kelimutu, di Flores (Gb. 1 Pekerjaan tersebut telah dilakukan pada bulan Mei 1993, yang dilaksanakan oleh 2 petugas dengan SPPD no. 156 dan 160. Pekerjaan lapangan dikerjakan meliputi pemeriksaan kawah, pengukuran suhu fumar ol …
G. Ciremai merupakan gunungapi aktif tipe Strato dengan ketinggian 3078 m dpl atau 2578 m diatas dataran Kuningan. Letusan G. Ciremai tercatat sejak 1698 dan terakhir kali terjadi pada tahun 1937 dengan selang waktu istirahat terpendek 3 tahun dan terpanjang 112 tahun. Tiga letusan 1772, 1775 dan 1805 terjadi di kawah pusat tetapi tidak menimbulkan kerusakan yang berarti.
G. Galunggung merupakan gunungapi aktif tipe Strato dengan ketinggian 2168 m dpl atau 1820 m diatas dataran Tasikmalaya. Letusan G. Galunggung yang tercatat dalam sejarah, terjadi sebanyak 4 kali, yaitu pada Tahun : 1822, 1894, 1918 dan 1982 - 1983. Periode letusan G. Galunggung lebih dari 60 tahun dan selama aktifitasnya terjadi beberapa jam hingga beberapa bulan.
Erupsi freatik cukup sering terjadi di dataran tinggi Dieng, hal ini diperlihatkan oleh jumlah kawah yang terbentuk, yaitu kira-kira 70 buah di bagian timur dan tengah komplek, serta kira-kira 30 buah di bagian barat sektor Batur. Sedikitnya 10 erupsi freatik telah terjadi dalam kurun waktu 200 tahun terakhir. Erupsi freatik komplek Dieng dapat dibagi dalam dua kategori.
Menurut Neuman Van Padang (1951), G. Arjuno-Welirang diklasifikasikan sebagai gunung type B. Namun setelah terjadi letusan samping tahun 1952, Hadikusumo tahun 1957 memasukkan kedalam klasifikasi type A. Sedangkan, Kusumadinata (1979) dalam Data Dasar Gunungapi Indonesia, G. Arjuno-Welirang termasuk kedalam 8 gunungapi tipe A yang belum dibahas karena masih meragukan.
Gunung Papandayan merupakan kerucut gunungapi paling selatan dari deretan gunungapi Priangan yang terletak di sebelah selatan G. Guntur yang keduanya merupakan gunungapi aktif bertipe A. Kompleks G. Papandayan ini dibentuk oleh 2 buah tubuh gunungapi, yaitu disebelah utara ditempati oleh G. Puntang Tua, gunung ini berkembang dibagian barat berbentuk kerucut terpacung dibentuk oleh aliran lava d…