Dari potret udara dapat ditafsirkan jenis litologi, bentuk penyebaran, struktur serta morfologi sedangkan dari landsat dapat ditafsirkan jenis litologi, struktur dan batas daerah penyebaran hasil kegiatan gunungapi secara umum.
Banyak cara yang sudah diketahui untuk menyelidiki kegiatan suatu gunungapi yang hingga saat ini ada beberapa diantaranya dilaksanakan oleh unit-unit kegiatan dilingkungan Direktorat Vulkanologi. Dari hasil penyelidikan-penyelidikan tersebut telah banyak terkumpul data, namun demikian hingga saat ini belum mampu dievaluasikan untuk kepentingan peramalan letusan gunungapi pada waktunya.
Berdasarkan surat perintah No. 1203/P/80, penulis melakukan pemeriksaan dan pengukuran suhu G. Tangkubanparahu.
Mt. Tangkubanparahu, 2081 meters abobe scalevel, is located approximately 30 km north of Bandung. It is an active volcano which has crupted many times. The Volcanology Division of the Geological Survey of Indonesia maintains an observatory to this volcano.
Daerah Bahaja disekitar Kp. Tjikondang dan Pandjagoan perlu diperluas hingga sampai batas Kp. Nagrok
NEUMANN VAN PADANG (1951, h. 79) menulis bahwa menurut VAN BEMMELEN (1949, Jl. 1, hh. 641 644) Gunung Tangkuban Perahu yang sekarang muncul sebagai fasa paling muda dari komplek gunungapi Sunda, sebelah utara Bandung, setelah ini runtuh dan mengalami patahan. Bagian pun- cak dari gunungapi kembar ini memanjang ke jurusan timur barat dise- babkan perpindahan sepanjang jarak 1100 meter. Banyak si…
Daerah Maribaja penampungan/pertemuan 4 buah sungai jang langsung ke S. Tjikapundung terus mengalir ke Selatan lewat tengah kota Bandung.
Sepandjang lembah S. Tjimudjja merupakan merupakan daerah bahaja sampai dimuara dengan S. Tjiasem
Dengan adanja laporan harian dari petugas G. Tangkuban Prahu via Tankset, pada djam 12.30 tg. 8/1 1955 dan tg. 18/1 1955. dengan waktu jang bersamaan maka pimpinan UGA setelah mengadakan penjelidikan, maka pada tgl. 25/1 1955.- jang telah lalu, penulis ditugaskan untuk mengadakan pengamatan ke gunung tersebut dintas.
Sebagai tindak lanjut/kelanjutan dari pengukuran deformasi jarak horizontal Gunung Tangkubanparahu. Maka awal bulan Agustus 1986 dilakukan pengukuran ulang terhadap titik ukur deformasi baik yang mobile maupun yang permanent dengan menggunakan peralatan Range Master III dan distomat (DI 20).