G. Ciremai merupakan gunungapi aktif tipe Strato dengan ketinggian 3078 m dpl atau 2578 m diatas dataran Kuningan. Letusan G. Ciremai tercatat sejak 1698 dan terakhir kali terjadi pada tahun 1937 dengan selang waktu istirahat terpendek 3 tahun dan terpanjang 112 tahun. Tiga letusan 1772, 1775 dan 1805 terjadi di kawah pusat tetapi tidak menimbulkan kerusakan yang berarti.
G. Galunggung merupakan gunungapi aktif tipe Strato dengan ketinggian 2168 m dpl atau 1820 m diatas dataran Tasikmalaya. Letusan G. Galunggung yang tercatat dalam sejarah, terjadi sebanyak 4 kali, yaitu pada Tahun : 1822, 1894, 1918 dan 1982 - 1983. Periode letusan G. Galunggung lebih dari 60 tahun dan selama aktifitasnya terjadi beberapa jam hingga beberapa bulan.
Salah satu realisasi dari tugas nyata perjalanan pemantauan dan pengamatan Gunungapi, yang dikerjakan oleh staf pengamatan Seksi Jawa Barat dan Jawa Timur, Subsidit Pengamatan Gunungapi Wilayah Barat, Direktorat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi pada tahun anggaran 2005 adalah melakukan perbaikan alat seismograf, dan pengamatan langsung ke puncak.
Sejak erupsi terakhir pada 1956 hingga kini G. Gede dalam keadaan istirahat kecuali beberapa kali terjadi kegempaan meningkat namun kemudian menurun lagi. G. Gede merupakan salah satu dari beberapa gunungapi aktif Tipe A di Jawa Barat yang mempunyai penduduk cukup padat di daerah lereng dan kakinya. Perkembangan pemukiman dari tipe sederhana hingga real estate dan villa serta hotel-hotel berbin…
Gunung Papandayan merupakan gunungapi Tipe A yang terletak di Kabupaten Garut, Jawa Barat., dengan ketinggian 2665 meter diatas muka laut. Sejarah letusan yang mulai tercatat adalah pada tahun 1772, sedangkan kegiatan terakhir yang cukup besar terjadi pada tahun 2003. Secara tektoni G. Papandayan terletak pada Busur Sunda
Di Indonesia terdapat 129 gunungapi aktif, 63 diantaranya mempunyai danau kawah dan kaldera. Salah satu di antaranya adalah G.Ijen yang terletak di Kampung Punggungsari, Kecamatan Licin, Kabupaten Banyuwangi, Propinsi Jawa Timur. Letusan G. Ijen yang tercatat untuk pertama kalinya terjadi pada tahun 1796, lalu disusul dengan letusan tahun 1817, meluapkan air danau kawah dan lahar yang melanda l…
Gunung Kelud merupakan gunung api aktif tipe A yang letusannya bersifat freato magmatik sampai magmati. Dalam catatan sejarah, G. Kelud pernah meletus beberapa kali. Dampak dari letusan tersebut seringkali mengakibatkan kerugian harta benda bahkan korban jiwa yang tidak sedikit jumlahnya. Letusan 1586 merupakan letusan yang paling banyak menimbulkan korban jiwa yaitu sebanyak 10.000 orang menin…
Seperti diketahui akibat laju pertumbuhan penduduk Indonesia yang demikian cepat, perkembangan pemukiman penduduk merambah ke daerah-daerah yang termasuk dalam kawasan rawan rawan bencana gunungapi. Perambahan hutan untuk dijadikan areal berladang kerap dilakukan oleh penduduk yang berdian di sekitar gunungapi.
Sejak erupsi terakhir pada 1937 hingga kini G. Cereme (3.078 meter d.p.l dalam keaadaan istirahat kecuali beberapa kali terjadi kegempaan meningkat namun kemudian normal kembali. G. Cereme merupakan salah satu dari beberapa gunungapi aktif tipe A di Jawa Barat, walaupun letaknya relatif terpisah dari deretan gunungapi aktif lainnya sehingga merupakan gunungapi soliter.
G. Ijen atau nama lainnya Kawah Ijen (2386 m dpl) adalah gunungapi yang muncul di atas dataran Banyuwangi (2100 m dpl), Jawa Timur. Secara adminitratif, G. Ijen termasuk ke dalam wilayah Kabupaten Banyuwangi, Situbondo dan Bondowoso, Provinsi Jawa Timur. G. Ijen (Kawah Ijen) merupakan salah satu gunungapi aktif tipe A yang mempunyai danau kawah di bagian puncaknya.