Seperti halnya pada tahun 1972 pengincaran jauh kubah lava ini diikatkan pada bekas titik triangulasi T 303. Pengukuran kali ini dilakukan oleh Asep Djadja.
Kegiatan G.Galunggung meningkat didasarkan atas laporan melalui telpon dari kantor Karesidenan Priangan pada tgl 26 April 1963, berikut tgl 27 April 1963, kemudian disusul dengan surat no. Pem/3042/3/63 jang diterima di Direktorat Geologi pada tgl 30 April 1963.
Kegiatan G.Galunggung meningkat didasarkan atas laporan melalui telpon dari kantor Karesidenan Priangan pada tgl 26 April 1963, berikut tgl 27 April 1963, kemudian disusul dengan surat no. Pem/3042/3/63 jang diterima di Direktorat Geologi pada tgl 30 April 1963.
Pemeriksaan kawah G. Tangkuban Prahu dilakukan oleh 3 orang, yaitu : Sdr. Nasum, Atjip. serta Daan Suherman. Beliau bertiga berangkat dari Bandung dengan kendaraan Dinas Jeep D. 1085. Pada tgl 13 April 1963 dilakukan pemeriksaan kawah Ratu dan Upas sedangkan pada tgl 14 April 1963 dilakukan pemeriksaan kawah Domas dan Ratu.
Setelah diadakan pemeriksaan disekitar puntjak pada hari tersebut diatas, maka kami berpendapat bahwa G.Galunggung menundjukkan kenaikan tingkat bekerdja apabila dibandingkan dengan satu tahun jang lampau.
Setelah terjadi letusan2 G.Semeru tetap giat dengan terus menerusnja membentuk sumbat lava jang tambah besar dan tambah tinggi, begitu pula guguran2 lava jang keluar dari sekitar aliran lava selalu meluntjur ke Bs. Semut dan Tjurah Lengkeng tak pernah berhenti. Maka tibalah saatnja untuk pemeriksaan puntjak tahun 1962.
Pada bulan Djuni 1961 dari Djawatan Goologi Uru-san Volkanologi dilantjarkan pomorikanan kopuntjak Mo-hamoru Kawah Djonggring Soloko dan penulis borkonan mo-ngikuti rombongan okupodisi jang dipimpin oloh Sdr. A. Djajawinangun (Pangetur Toknik tk.I) diikuti oleh Sdr. I. Soomrja (Djuru Toknik tk.I), Sdr. Bilal (Pongamat Toknik Goologi) Sdr. Keann den Sdr. Sohab masing2 po-kordja Pos U.V. dan 8 or…
Periode kegiatan G. Merapi ini dimulai sedjak Djanuari 1967 jang didahului olch auanpanas-auanpanas letusan. Disusul muntjulnja lava ba-ru.Titik kegiatan tepat pada kegiatan tahun 1961. Pembentukan kubah lava berlangsung terus, diselingi oleh awanpanas-asan-pansa guguran dan letusan.
Pada tgl 17Djuli 1971 telah diberangkatkan tim pemtaan Gn. Api menuju banyuwangi Jatim, untuk melanjutkan pemetaan daerah bahaya kawah idjen yang semula telah dikerjakan pada pertengahan bulan Juni 1971 oleh Sdr L. Djoharman B. Sc (Ketua Tim) dan sdr. Komar Restikadjaja (surveyer)
Sebenarnja Peta Daerah Bahaja G. Sameru ini pa-da th. 1968 telah dibuat oleh Sår. Suparto S. B.Sc. bersama penulis sendiri. Tetapi mengingat waktu dan biaja terbatas, sehingga laporan pendahuluan terse-but, terutama hanja mementingkan daerah bahaja un tuk penjebaran lahar, sedang untuk bahaja letusan bersifat sementara.