Secara geologi wilayah Indonesia sangat kompleks, sebab terletak pada pertemuan tiga lempeng besar tektonik, yaitu Lempeng Eropa-Asia, Hindia• Australia dan Pasifik. Pertemuan ketiga lempeng tersebut sangat berperan dalam proses pembentukan gunungapi dan juga pembentukan cadangan mineral serta minyak bumi di Indonesia.
Saat ini Indonesi…
Sesuai dengan progam kerja Proyek Eksplorasi Potensi Panasbumi Tahun a,ggaran 1997/1998, maka telah diberangkatkan 1 ( satu) tim geologi untuk akukan pemetaan geologi panasbumi daerah Mataloko, Kabupaten Ngada, Flores - NTT.
Tujuan pemetaan geologi panasbumi daerah Mataloko adalah untuk pelajari seluruh aspek pembentukanpanasbumi di d…
Sistem panas bumi yang terbentuk di Alue Calong dapat diidentifikasi berdasarkan kehadiran manifestasi panas bumi permukaan berupa mata air panas yang terapat di Alue Calong. Beungga, dan krueng Seukseuk dengan temperatur air berkisar antara 50 derajat C hingga 82 derajat C Fluida panas bumi yang berperan dalam sistem panas bumi Alue Calong diperkir…
Daerah Tanuhi memiliki 2 manifestasi panas bumi berupa air panas sebagai indikasi keberadaan sistem panas bumi yang hadir di permukaan, yaitu Mata Air Panas Tanuhi - 1 dan Mata Air Panas Tanuhi -2 yang berada di Dusun Tanuhi, Desa Hulu Banyu, Kecamatan Loksado dengan temperatur air sebesar 49 derajat C. Sistem panas bumi Tanuhi diperkirakan memiliki…
Lapangan panas bumi Mataloko yang terletak di Kabupaten Ngada, Provinsi Nusa lenggara Timur merupakan salah satu daerah panas bumi di wilayah Indonesia Timur yang sudah ditetapkan sebagai WKP panas bumi dan siap dikembangkan. Penyelidikan geosain di daerah ini telah dilakukan sejak tahun 1984 dan pada awal tahun 2000-an telah dil…
Lapangan Panas Bumi Bukapiting terletak di Kecamatan Pembantu Alor Timur, Kabupaten Alor, Propinsi Nusa Tenggara Timur. Secara geografis terletak antara 08°08' 30" sampai 08° 13' 30" Lintang Selatan dan 124° 43' 30" sampai 127° 49' 30" Bujur Timur . Manifestasi panas bumi permukaan berupa pemunculan mata air panas (geyser dan…
Geografis daerah penyelidikan terletak antara 120 derajat 59'30 - 121 derajat'02'00" BT dann 08 derajat 42'00" - 08 derajat 45' 00 " LS, dengan luas +- 30 KM2 (5 km x 6 km). berdasarkan peta rupa bumi lembar Soa dan lembar Lokangeko, Skala 1 : 25 000 yang diterbitkan oleh Bakosurtanal (1993). Sistem aliran sungai yang terdapat didaerah penyelidikan …
Pekerjaan pengeboran sumur eksplorasi MT-5 telah selesai dilaksanakan tahun 2005 sampai kedalaman (TD 378,20 m), maka untuk megetahui kapasitasnya perlu dilakukan monitoring jangka panjang (uji alir fluida/uji produksi). Saat sumur MT-5 dialirkan penuh melalui pipa datar 6" (tanggal 28 dan 29 Januari 2006) tercatat TKS 1,6 - 2,0 barg, ke…