Pada tanggal 14 maret 1971 penulis telah ditugaskan ke Gn .Ciremai daerah Cirebon oleh Kasi penelitian gunung api, untuk melanjudtkan pemetaan daerah bahaya sementara gunung tsb, karena pada tahun 1970 gunung tsb telah dikerjakan oleh Sdr. Pandi Karnaen dibawah pimpinan sdr. muzil alzwar
Kesan pertama jang didapat penulis pada pemeriksaan adalah bahwa kegiatan Vulkan hanja berkisar pada aktivitas solfatara. Gedjala2 lain dari itu ta' ada sama sekali. Dan solfatara jang aktif hanjalah solfatara2 jang berada di Kawah Ratu dan Kawah Baru.
Dengan adanja kegiatan vulkanik umumnja ditanah air pada waktu akhir2 ini (1960/1961) sampai permulaan tahun 1961, maka oleh Djawatan Geologi/ Urusan Vulkanologi merasa perlu mengadakan pemeriksaan puntjak G.Slamet untuk mengetahui perubahan - perubahan apa jang telah terdjadi sebagai akibat kegiatan vulkanik dan kemungkinan2 lainnja jang akan timbul mengingat telah beberapa tahun berselang tid…
Pada tanggal 3 Nopember 1970, penulis diperintahkan oleh Kasi Pengawasan Gn. Api bertugas ke daerah Djawa Timur dengan S.P.P.D. No. 2271/S/1970. Setelah persiapan jang diperlukan selesai pada tgl. 5 Nopember 1970 berangkat kendaraan dinas D. 1571, bersama Sdr. Suparto S. dan Sdr. Tarmani sebagai pengemudi menuju jogjakarta.
Atas permintaan Dinas Bencana Alam Direktorat Sungai dan Rawa, penulis bersama Saudara Ato Djuhara dibaah pimpinan sdr. I. Surjo, ditugaskan oleh Kepala Dinas Vulkanologi Direktorat Geologi Bandung, Ke. G. Kelut dan sekitarnya di Kediri Djatim.
Indonesia sebagai suatu daerah gunung berapi diatas permukaan bumi, jang mempunyai 149 pust kegiatan (gunung berapi). Sejak tahun 1800 menurut statistik bercana yang disebabkan gunung berapi terjadi 1 x dalam 3 tahun, sejdangkan bencana tersebut tidak kurang dari 135.000 kecelakaan, beratus-ratusdesa dan beribu ribu hektare dari tanah dan hutan dimusnahkan, akiibat dari letusan gunung api akan …
Dengan adanja kegiatan G. Someru sedjak bulan September 1967 dan peristiwa-peristiwa terdjadinja lahar di Besuk Ko-bokan (K. Redjali) dan K. Glidik, telah diminta oleh Koman-do Pelaksana Penanggulangan Bentjana Alan Djawa Timur di Surabaja, petugas Volkanologi untuk mengadakan survey di G. Semeru,
Pendakian puncak G. Semeru yang dilakukan mulai tanggal 20-8-1969, telah kembali dengan selamat pada tgl. 22/8-1969 djam 11.00, ketempat pemberangkatann yaitu pos Tawongsongo, djadi memakan waktu 2,5 hari.
pekerjaan yang dilakukan penulis yang dibantu oelh Sdr. Samud adalah pembuatan penampang melintang sepanjang sungai-sungai yang hulunya berasal dari sekiatar puncak Gunung Tangkuban Perahu.
Kemungkinan penyebaran daerah endapan lahar ini bisa terjadi didaerah sekitar Bandung dan Cimahi, apabila banyak endapan bahan-bahan piro klastika (bahan-bahan hasl letusan berupan bom, lapili, pasir gunungapi, dan abu gunungapi) yang baru,jika terbawa air hujan ke bawah.