Dari hasil penyelidikan ini akan memberikan gambaran posisi gas dan air yang dikeluarkan oleh gunungapi tersebut. Selain itu juga akan didapatkan data - data mengenai suhu, perubahan - perubahan visual yang dapat diperoleh di lapangan fumarola.
Dalam rangka pemantauan tingkat aktivitas Gunung Merapi telah dilakukan pemantauan secara terpadu dari berbagai bidang yaitu geokimia, seismik, deformasi, dan laharan.
Penyelidikan kimia gas, air, dan batuan pada bulan Mei 1992 meliputi kegiatan pengambilan cuplikan gas vulkanik, udara bebas, pengukuran temperatur di lapangan solfatar Gendol dan Woro serta pengamatan visual di Puncak G. Merapi, pengukuran kecepatan emisi gas S02 dengan COSPEC, pengambilan cuplikan udara tanah, udara bebas dan air dibeberapa lokasi sekitar G.Merapi seperti Plawangan, Kaliurang…
Studi kimia terhadap cuplikan gas, air, dan batuan yang diambil dari lapangan solfatar gunungapi dan lokasi lain di sekitarnya adalah sangat penting dalam rangka menunjang peramalan tingkat kegiatan atau letusan gunungapi yang bersangkutan.
'Berdasarkan hasil analisis, evaluasi, serta kajian terhadap data hidrogeologi dan pendugaan geolistrik yang didapat, di Desa Honggoseco, Kecamatan Jekulo, air tanah yang potensial untuk sumber baku air bersih dijumpai pada akuifer dengan kedalaman antara 10-85 m bmt, dengan jenis lapisan akuifer pasir. Pengeboran dilakukan sampai kedalaman 85 m dan memanfaatkan air tanah di kedalaman antara 50…
Penyelidikan umum batubara daerah Air Padang, Kabupaten Bengkulu Utara, Provinsi Bengkulu ini merupakan suatu kegiatan penyelidikan batubara yang dilakukan pada daerah-daerah green area (wilayah yang tidak berada di dalam wilayah IUP/PKP2B atau wilayah yang izin/kontraknya telah berakhir/dikembalikan pada negara serta belum mencapai tahapan operasi produksi). Pemilihan daerah ini dilakukan untu…