Dari hasil penafsiran potret udara dan citra landsat, adalah sangat perlu diadakan pengecekan lapangan yang rencana akan dilakukan dalam bulan Juni - Juli 1981, selama satu bulan kerja kemungkinan perjalanan lapangan akan ditambah waktunya apabila dipandang perlu.
Berdasarkan hasil penafsiran potret udara dan citra landsat serta ditambah dengan data - data lapangan maka morfologi pegunungan Dieng dan sekitarnya dapat dibagi menjadi empat satuan morfologi yaitu; satuan morfologi komplek gunung Gajahmungkur; satuan morfologi komplek gunung Dieng tua; satuan morfologi komplek gunung Dieng muda dan satuan morfologi dataran tinggi Dieng.
Pada 6 Juni, S. Hamidi Kasi Penanggulangan Bahaya dengan SPFD No. 320/P/80 dan B. Sulaeman asisten ahli kimia dari Sub Direktorat Laboratorium Gunungapi dengan SPPD No. 322/P/80 dibantu I. Hasan pengemudi D 5705 V dengan SPPD No. 321/P/80 ditugaskan ke Peg. Dieng selama 10 hari untuk pemetaan daerah bahaya gas racun dan perbaikan peta daerah bahaya yang dibuat tahun 1972 (Djoharman, 1972).
This report presents the results of a reconnaissance of the character. relative age, and distribution of products from eruptions in the Dieng Mountains region, central Java. These results are based on an 11-day field reconnaissance of the Dieng Mountains and about 2 1/2 weeks of preliminary preparation, review of pertinent literature, and report writing in Bandung.
Dataran tinggi Dieng yang dianggap sebagai kumpulan gunungapi atau kawah yang masih aktif, terkenal pula sebagai daerah yang mempunyai potensi yang besar untuk pengembangan tenaga panas-bumi. Disamping itu daerah ini terkenal pula sebagai daerah wisata dengan adanya candi - candi purba.
Telah terjadi kejutan di Dataran Tinggi Dieng, yaitu letusan hidrotermal di Kw. Sinila pada tgl 20 Februari 1979, mulai pukul 01.55. Sebelumnya di tempat tersebut tidak pernah terlihat kegiatan vulkanik di permukaan; misalnya mata air panas, asap solfatara atau fumarola. Letusan tersebut disusul oleh letusan lainnya yang lebih kecil di sebelah baratnya, tetapi korban manusia sebanyak 149 orang …
The following is a proposed scientific programme for the rapid scientific assessment of the Dieng geothermal field in Central Java, Indonesia. The programme of work is designed so that exploration drilling, once the results of the assessment show the field has the potential to warrant drilling, could commence in early December. Consequently, the proposed programme incorporates a high work input…
As no satisfactoy scientific work has been completed to date at Dieng it is proposed that the scientific teams scheduled to work in Bali should be redirected immediately to Dieng. With the suggested programme, scientific work could continue through to December 1975 allowing the possible sitting of the first exploratory well by then.
This report constitutes the results of the first stage of a geological investigation in the dieng area, Central Java. In cordance with Dr. Mufflers suggestion (Muffler, 1970, mimeogr.) and in pursuance of a letter from Mr. Bruce Kent, Chief Engineer, USAID Djakarta, dated October 27.