Dalam rangka mengembangkan pemantauan berdasarkan geokimia dilakukan penyelidikan gas dalam tanah secara sistematik dari desa Plalangan (1800 mdpl) sampai Pasarbubar (2600 mdpl) dan di Kali Bebeng dari ketinggian 800 mdpl sampai 920 mdpl.
Dalam rangka mengantisipasi terjadinya bencana akibat kegiatan Gunung Merapi yang terjadi sejak 20 Januari 1992 dan sudah mengalami penurunan sejak bulan Juli 1993, namun karena baik awan panas dan guguran lava pijar masih berlangsung maka penyelidikan dengan berbagai metoda masih terus dilakukan secara efeksif dan penyelidikan terpadupun sangat diperlukan.
This section is list of currently available published geological and geochemical maps for Sumatera North of the equator. further information abput these maps is given in the geosurvey newsletter (berita geologi, Direktorat Jenderal Pertambangan Umum)
Penyelidikan dan pemantauan geokimia di G.Merapi meliputi kegiatan pengambilan cuplikan gas, kondensat, sublimat, aerosol, batuan/lava dan pengukuran temperatur di solfatar - solfatar puncak Merapi
Seksi Petrokimia dan Gas pada bulan Agustus 1992 melakukan penyelidikan tentang situasi kawah, analisa gas, analisa air, serta sampling batuan puncak. Hasil penyelidikan ini dapat dijadikan data dasar serta membantu dalam upaya pemantauan G.Gede. Pendakian ke puncak G.Gede bisa dilakukan dari beberapa arah. Sedangkan pendakian yang dilakukan pada penyelidikan ini melalui route G.Putri-G.Sela-Ka…
Penyelidikan dan pemantauan geokimia di G.Merapi meliputi kegiatan pengambilan cuplikan gas, kondensat, sublimat, aerasol, batuan/lava dan pengukuran temperatur di solfatar - solfatar puncak Merapi.
Penyelidikan geokimia panasbumi dilakukan untuk mengamati dan meneliti setiap gejala panasbumi yang nampak dilapangan, baik berupa sumber panasbumi yang muncul dipermukaan maupun gejala-gejala yang ada seperti adanya alterasi, oksidasi maupun gejala yang lain yang masih ada hubungannya dengan sumber panas bumi dikedalaman.
Dalam rangka kegiatan Proyek Penyelidikan Gunungapi dan Panas bumi tahun anggaran 1989 - 1990, Tim Penyelidikan Geokimia Panasbumi pada bulan Januari - Februari 1990 melakukan Penyelidikan Geokimia Pendahuluan Panas Bumi di daerah komplek G.Iyang Argopuro Jawa Timur.
Catatan sejarah telah menunjukkan, bahwa Gunung Guntur adalah salah satu gunung api yang sangat berbahaya di antara gunung api - gunung api yang ada di Indonesia.
Penyelidikan geokimia 0. Papandayan telah dikerjakan pada 15 Juli sampai dengan 29 Juli 1919, selama 15 hari, berdasarkan SPPD No.438/0441/3405/89dari Proyek Penyelidikan Gunungapi dan Panasbumi.