Gunung Merapi merupakan salah satu gunung berapi di dunia yang memiliki ciri khusus, sehingga bencana yang diakibatkan oleh keganasanya masih sulit dapat diperhitungkan. sehigga laporan ini mencakup kegiatan awal dalam merancang program penanggulangan bahaya bencana merapi, selanjutnya langkah-langkah penanggulangan masing-masing elemen masyarakar dan pemerintah ketika terjadi bencana
Pengukuran ini dilakukan selama 7 hari dari 2 tempat tersebut, yaitu tanggal 29/6-1997 s/d. tgl 5/7-1977. Pengukuran dari tempat - tempat ini kerap mengalami kesulitan, karena pada waktu melakukan "aanpelingan" sering terganggu asap solfatara maupun asap guguran.
gG. Merapi terletak d Jawa Tengah, di perbatasan antara Daerah Istimewa Yogyakarta, Kabupaten Magelang, Boyolali, dan Klaten. Jarak G. Merapi adalah lk. 3o km sebelah Utara Kota Yogyakarta.
Dengan SPD No. 35/SDVCY/II/77 penulis ditugaskan untuk melakukan pengukuran kubah lava G.Merapi. Pengukuran tersebut bertujuan untuk mengetahui, antara lain : volum pendekatan kubah lava, tinggi puncak kubah lava dan tinggi masing - masing titik bidik.
Penulis ditugaskan untuk melakukan pengukuran situasi K. Batang. Pengukuran itu dilakukan sepanjang 1k. 10 km (dari jalan besar Yogyakarta-Magelang sampai pertemuan dengan K. Progo) dan kiri kanan kali selebar 1k 200 m dari kali.
Pengukuran kubah lava ini bertujuan untuk mengetahui volum pendekatan, tinggi puncak kubah lava dan tinggi masing - masing titik bidik. Dalam pelaksanaannya, diukur dengan jalan "aanpeilingen" dari 2 (dua) tempat titik tetap, yakni G. Maron T.363/961 dan lainnya dari tugu Pos Volkanologi Plawangan + 1.295,90 m
Telah beberapa kali terlihat bahwa gejala gempabumi volkanik di G. Merapi merupakan tanda awal nebelum terjadi kegiatan-kegiatan yang tampak dipermukaan. Tetapi sampai sejauh mana kedua gajala tersebut saling berhubungan, belum jelas. Demikian pula dengan gejala gempabumi tektonik di sekitar G. Merapi. Meskipun banyak orang telah membicarakannya, tetapi belum dapat disimpulkan dengan jelas baga…
Sungai Duren terletak di Barat Daya G. Merapi diantara S. Batang dan S.Bebeng. Hulu sungai ini terletak pada ketiggian + 664.82 d. p. a. l., yang lokasinya berdekatan dengan S. Bebeng.
Sehubungan dengan saran Sdr. Sadjiman dari laporan pengamatan K. Putih dan K. Batang datanggal * Maret 1977, yaitu alangkah baiknya bila diadakan survey K. Blongkeng, K. Putih, dan K. Bebeng, dan sesuai dengan rencana seksi PETAPI.
Dilihat dari rata - ratanya ternyata kadar HC1 dari contoh gas tanggal 8 September 1974 dan tanggal 16 Februari 1975 dalam jangka waktu kira - kira 5 bulan, tidak jauh berbeda, yaitu masing - masing 4601 ppm dan 4506 ppm, walaupun keadaan suhu gas serta lokasinya jauh berbeda.