Kegiatan penyelidikan di lakukan dalam rangka melakukan evaluasi dan untuk mengetahui perkembangan aktivitas setelah terjadinya letusan G. Merapi 14 Juni 2006. Seperti telah diketahui, berbagai penyelidikan telah dilakukan sebelum, saat dan sesudah peningkatan aktivitas G. Merapi tersebut. Kegiatan penyelidikan yang telah dilakukan antara lain dari aspek geologi dan geokimia.
Gas vulkanik merupakan bagian yang fundamental dalam aktivitas gunungapi. Gas vulkanik dapat digunakan tidak hanya untuk mempelajari aktivitas magma sebelum suatu letusan, tetapi juga perkiraan mengapa gunungapi meletus. Secara umum adanya kenaikan gas pada suatu gunungapi menunjukkan kenaikan aktivitas gunungapi tersebut.
Setelah relatif tenang berada pada status aktif normal sejak erupsi terakhir pada Februari 2001 aktivitas Merapi menggeliat lagi pada tahun 2005. Krisis vulkanik 2006 dimulai pada tahun 2005 dengan adanya kemunculan gempa-gempa vulkanik yang menandai kenaikan magma dari kedalaman. Berbagai metodologi diterapkan untuk memperoleh gambaran aktivitas vulkanik yang lebih jelas.
Merapi merupakan salah satu gunungapi paling aktif, bukan hanya di Indonesia akan tetapi di dunia. Seperti umumnya gunungapi di Indonesia, Merapi merupakan gunungapi strato dengan puncak tertinggi mencapai 2968 m diatas permukaan laut. Bagian puncak Merapi dicirikan pertumbuhan kubah lava yang tidak stabil.
Secara geografi gunungapi Merapi (2968 m) termasuk ke dalam wilayah kabupaten Magelang, Klaten, Boyolali dan Sleman, propinsi Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta. Gunung merapi merupakan gunungapi tipe A paling aktif di Indonesia. Gunungapi ini mempunyai type strato dengan kubah lava di daerah puncaknya. Ciri khas dari letusan Merapi adalah adanya guguran lava pijar dan awan panas.
Gunung merapi merupakan gunungapi tipe A paling aktif di indonesia. Gunungapi ini mempunyai tipe strato dengan kubah lava di daerah puncaknya serta mempunyai dua lapangan solfatara yaitu Gendol dan Woro. Ciri khas dari letusan merapi adalah adanya guguran laa pijar dan awan panas. Selama kegiatan letusannya menghasilkan awan panas yang akan meluncur ke bawah.
G. Merapi adalah salah satu gunungapi aktif dan terletak di jawa Tengah yang mempunyai karakteristik yang spesifik. Gunung Merapi ini menghasilkan letusan exploefusif yang menghasilkan piroklastik berupa endapan awan panas dan yang membentuk lava dome yang berada di puncak. Endapan piroklastik ini sebagian besar menyebar dan mengisi pada lembah-lembah sungai disekitar gunung Merapi terutama pad…
Pada saat erupsi, sejumlah besar magma mengalir dari suatu kedalaman ke permukaan dalam bentuk lava maupun dalam bentuk material letusan lain. Proses naiknya magma ke permukaan mempengaruhi tubuh gunung Merapi, paling tidak perkembangan tekanan magma ke permukaan mempengaruhi tubuh gunung Merapi, paling tidak perkembangan tekanan magma pada suatu kedalaman tertentu akan memberikan efek penggemb…
Kerjasama antara indonesia dengan amerika serikat c.q Direktorat Vulkanologi dengan USGS (United State Geological Survey) telah dimulai pada awal dekade 80 an, dengan memberi bantuan tenaga ahli sebagai konsultan untuk mitigasi bencana letusan gunungapi serta bantuan peralatan monitoring modern pada saat itu. Pada saat itu penanganan G. Merapi sudah mendapatkan perhatian utama dalam kerjasama t…
Salah satu tugas dan fungsi seksi gunung merapi adalah penetapan status aktivitas gunung merapi, untuk menanggapi tugas tersebut maka dibutuhkan kontinyuitas dan kualita data dari peralatan monitoring yang terpasang dilapangan, sebagai jawabannya adalah peralatan peralatan monitoring lapangan yang terjadwl, serta pengelolaan dan pengarsipan data monitoring secara terpadu dan mudah diakses oleh …