Komplek Vulkanik Krakatau terletak di Selat Sunda, Lampung Selatan terdiri atas empat pulau yaitu Rakata, Sertung, panjang dan Anak Krakatau. Tiga pulau yang disebutkan pertama adalah merupakan sisa pembentukan kaldera, dan Rakata merupakan gunungapi yang tumbuh bersamaan dengan gunungapi Danan yang terbentuk sebelum terjadinya letusan paroksismal 1883. Krakatau menjadi gunungapi terkenal di du…
Gunungapi Anak Krakatau andesitik (ketinggian puncak 315 m) berada di Selat Sunda yang merupakan daerah tektonik aktif berupa ekstensi arah barat-timur yang termasuk bagian sistem subduksi lempeng Indo-Australia dan Eurasia. Aktifitas G. Anak Krakatau tahun 2007, pertama kali ditandai dengan keluarnya asap putih kelabu setinggi 200 meter pada tanggal 23 Oktober 2007 sekitar pukul 16 WIB. Kejadi…
Gunungapi Anak Krakatau merupakan hasil kelanjutan proses erupsi yang terjadi pada Kaldera Krakatau. Letusan Gunung Krakatau tahun 1883 yang menghasilkan kaldera tersebut telah menimbulkan bencana tsunami yang menelan korban hingga 36000 jiwa. Gunungapi Anak Krakatau secara langsung telah menimbulkan kembali suatu ancaman bagi masyarakat, khususnya yang tinggal di sekitar komplek Krakatau dan m…
Berdasarkan data rekaman gempa vulkanik, terlihat aktivitas G. Anak Krakatau berfluktuatif. Paa 23 Oktober 2007, pengamatan visual dari pos PGA G. Anak Krakatau di Pasauran-Kab. Serang dan Kaluanda-Kab. lampung Selatan terlihat adanya kepulan asap di G. Anak Krakatau, data seismik merekam adanya gempa-gempa letusan. Pengamatan langsung dilapangan pada 25 Oktober 2007 terlihat ada lubang letusan…
Aktivitas letusan G. Anak Krakatau sejak tahun 1930 sampai 1953 berlangsung setiap tahun sedangkan 1953 hingga 2001, periode letusannya terjadi 1 tahun hingga 5 tahun sekali. Sejak letusan terakhir pada 5 Juli 2001 berupa erupsi abu, setelah istirahat sekitar 6 tahun pada 23 Okotober 2007 terjadi letusan. Pada 23 Okotober 2007 tercatat untuk pertama kalinya kejadian letusan G. Anak Krakatau sej…
Gunungapi Anak Krakatau adalah berupa suatu pulau gunungapi yang aktif terletak di dalam Kaldera Krakatau. Dalam sejarah letusannya tercatat bahwa G. Krakatau meletus sangat besar pada bula Agustus 1883. Karena letusan katastropis itu sebagian tubuh gunungapi ambruk (runtuh) menyebabkan terjadinya gelombang tsunami besar ke arah Lampung (tinggi gelombang lebih 15 m), mengakibatkan korban jiwa l…
Pada 20 Oktober 2007 aktivitas kegempaan G. Anak Krakatu kembali meningkat, tercatat gempa Vulkanik Dalam (VA) 20 kejadian dan Vulkanik Dangkal (VB) 29 kejadian. Hari berikutnya 21 Oktober 2007, terjadi peningkatan jumlah gempa secara tajam yaitu gempa VA 117 kejadian dan VB 68 kejadian. Pada 22 Oktober 2007, gempa VA tercatat 88 kejadian dan Vb 34 kejadian, pada 23 Oktober 2007 terjadi letusan…
Naiknya aktivitas kegempaan (seismik) G. Anak Krakatau yang mencolok, dimana seismograf yang biasanya merekam 10 kejadian gempa vulkanik perhari tiba-tiba melonjak pada 14 Okotober 2007 dan mencapai puncaknya pada 21 Oktober 2007, serta adanya kepulan asap dengan tinggi kurang lebih 150-200 m dari puncak G. Anak Krakatau yang terlihat pada hasil foto kamera mobotik di P. Sertung, yang juga terl…
Berdasarkan data rekaman gempa-gempa vulkanik, aktivitas G. Anak Krakatau berfluaktuatif. Pada 16 Mei 2005 aktivitas G. Anak Krakatau menunjukkan peningkatan, sehingga status aktivitas dinaikan dari Aktif Normal jadi Waspada, pada 24 Septembe 2005 terjadi kembali kenaikan aktivitas vulkanik yang ditunjukkan dengan peningkatan jumlah gempa vulkanik type-A (VA) 45 kejadian dan gempa vulkanik type…
Aktivitas letusan G. Anak Krakatau dari tahun 1930 hingga 1953 terjadi setiap tahun sedangkan dari 1953 hingga 2001 terjadi setiap tahun hingga lima tahun sekali. Sejak terakhir G. Anak Krakatau terjadi pada tanggal 5 Juli 2001 berupa erupsi abu, sampai terjadinya letusan baru pada 23 Oktober 2007 merupakan fase istirahat yang relatif panjang yaitu 6 tahun. Berdasarkan data rekaman gempa-gempa …