Banjir lahar di daerah G. Sermora pada tanggal 20 September 1978 terjadi akibat turun hujan torus nemoras solana 4 (empat) hari, so-Jak tanggal 19 September 1978. Kejadian tersebut dimuat dalam surat Kabar SIHAR HARAPAN pada tanggal 27 September dan Harian KOMPAS pa da tanggal 28 September 1978, bahwa Besuksat-K. Hujur dan K. Láp-rak dilalui oleh banjir tersebut.
Memenuhi Surat Perintah Dinas/Jalan No. 238/5/1977 dan No. 239/5/1977, tertanggal Bandung 14 Januari 1977, penulis dan Sår. Ato Djuhara ditugaskan oleh Kepala Bagian Proyek Penelitian dan Pemetaan Gunungapi ke daerah G. Semeru selama 20 hari. Keberangkatan dari Bandung pada tgl. 17 Januari 1977.
Sehubungan dengan banjir (lahar) di daerah Perkebunan Gambar yang merusak 15 ha daerah perkebunan, dan 60 buah rumah terlanda diantaranya 4 rumah hanyut dan 7 rumah tertimbun pasir sehingga diadakan pemindahan rumah secara lokal, maka beberapa orang petugas ditugaskan ke daerah tersebut dari tgl. 10-12-76 s/d 23-12-76.
Pemetaan situasi dan pemeriksaan banjir lahar atau dengan ka ta lain ialah banjir bandang yang terjadi pada tgl. 13 dan 17 November 1976, dilakukan oleh penulis disertai Sdr. Sobana masing-masing dengan SPJ. No. 4872/s/1976 dan SPJ. No. 4875/8/1976. Daerah yang dipetakan ialah K. Basuke Sarat, K. Besuk Kembar, letak nya di Desa Sumberurip Kecamatan Pronojivo, daerah pemeriksaan la- har ialah K.…
Pada tanggal 13 Oktober 1975, penulis ditugaskan ke daerah G. Semeru bagian tenggara selama 66 hari, dengan disertai Sdr. Sobana dan Sdr. Sadjiman; yang terakhir ini ditugaskan mulai pertengahan bulan Nopember 1975.
Dengan surat perintah No. 2972/S/1975, tanggal 5 Juli 1975, penulis ditugaskan untuk melakukan penelitian di daerah sekitar G.Merapi sehubungan dengan peluncuran awan panas guguran yang terjadi tanggal 9 dan 10 Juli 1975.
Pembuatan profil2 dimulai dari arah hilir ke mudik, sedang-pembuatan profil tidak ditetapkan jarak tertentu, hanya pengamat mengambil kebijaksanaan dimana tempat - tempat yang dianggap penting serta keadaan kritis.
Pada tanggal 9 - 23 Juni 1976 SDr. Rivei Chaniago B. Sc. dan penulis ditugaskan untuk mengukur ketebalan endapan lahar di lubang penggalian fondasi dimana jembatan k. Krasak.
Hujan lebat di daerah puncak G. Merapi yang terjadi pada 22 - April 1975 di sore hari, mengakibatkan banjir lahar di K. Putih. Banjir tersebut berlangsung selama 2 jam lebih, dimulai dari jam 16 18.20. Di pos Ngepos sendiri diwaktu itu hanya turun hujan kecil, ourah hujan yang tercatat ialah 25 mm.
A additional complexity of volcanic activity is the need to place it in a human context in order to avoid volcanic disaster. Photo-interpretation of the existing aerial photographs at 1: 50,000 scale dating from 1982 has been undertaken to greatly Increase the efficiency of the volcanic hazards survey at Semeru vulcano. This photo-interpretation map has been checked in the field, and a geomorph…