Dalam peninjauan pada tanggal 14 Desember 1961, peninjauan menerangkan sbb: yang sudah selesai baru Rumah pesawat dan rumah agregaat.
Pada tanggal 22 Desember 1952 jam 07.00 berangkatlah kami dari Pasauran dan datang di Pandeglang jam 15.00. Sesampainya di Pandeglang kami terus menuju ke Kawedanan, dan pada Bapak Wedoro (Sastra Suganda) kami terangkan maksud kedatangan kami, ialah untuk meninjau Kawah G.Karang. Atas persetujuan dan advies Bapak Wedana, kami bermalam diumah Bapak Asisten Wedana (Sdr. Achmad).
Sepandjang lembah S. Tjimudjja merupakan merupakan daerah bahaja sampai dimuara dengan S. Tjiasem
Daerah Bahaja disekitar Kp. Tjikondang dan Pandjagoan perlu diperluas hingga sampai batas Kp. Nagrok
Dengan surat perintah Wk.Kepala Pusat Djawatan Geologi di Bandung No. Sw. 80/59 tgl 29/1-1959, penulis disertai Sdr. S.Harto Pengamat Teknik Geologi, diberi tugas oleh Kepala Urusan Vulkanologi untuk menetapkan tingginya permukaan air kawah G.Kelut dari laut dan membuat tracee jalan jeep dari pos Vulkanologi G. Sawur ke jalan umum.
Dengan surat perintah Wk.Kepala Pusat Djawatan Geologi di Bandung No. Sw. 80/59 tgl 29/1-1959, penulis disertai Sdr. S.Harto Pengamat Teknik Geologi, diberi tugas oleh Kepala Urusan Vulkanologi untuk menetapkan tingginya permukaan air kawah G.Kelut dari laut dan membuat tracee jalan jeep dari pos Vulkanologi G. Sawur ke jalan umum.
Pada tanggal 20 April 1959 penulis dan Sdr. Sudarso berangkat dari Bandung - Kediri terus menuju ke G.Kelut pada tanggal 22 April 1959 tiba di G.Kelut.
Kegiatan bekerja dari G. Semeru mulai dari tanggal 4/5-59 sedangkan kegiatan terdapat disekitar sumbat lava di Djonggring Seloko. Letusan - letusan yang dapat disimpulkan dari laporan harian pos Gunung Sawur, adalah letusan dari type stromboli.
Pada tanggal 2/11-1958 kami berangkat ke Djawa Tengah dan Djawa Timur, tugas utamanya adalah untuk melihat keadaan pos - pos pendjagaan gunungapi di Djawa Timur, yang perlu diperbaiki dan dilengkapi. Kecuali dari itu juga perlu diperiksa pesawat Gempa di G. Sawur, di G. Kelut dan di Pos Babadan (Gunung Merapi).
Perjalanan ke G. Merapi (Plawangan - Babadan) dilakukan selama 20 hari terhitung dari tanggal 26 Maret - 14 April 1959.