Gunungapi Ciremai merupakan salah satu gunungapi aktif tipe A yang pernah mengeluarkan aliran awan panas, aliran lava dan jatuhan piroklastik. Produk yang dikeluarkan gunungapi tersebut dapat membahayakan serta memusnahkan semua yang dilaluinya. Untuk mengantisipasi serta mengurangi korban yang mungkin terjadi, maka perlu dilakukan evaluasi Kawasan Rawan Bencana Gunungapi.
G. Ciremai merupakan salah satu gunungapi aktif dan tertinggi di Jawa Barat dengan elevasi 3078 meter di atas muka laut. Bila dilihat dari rangkaian penyebaran gunungapi di Jawa BArat dari barat ke timur, G. Ciremai merupakan gunungapi soliter yang terpisah daru rangkaian gunungapi lainnya. Fenomena gunungapi soliter ini pada umumnya sering terakait dengan tatanan tektonik yang rumit.
Evaluasi Prakiraan Bahaya Gunung Raung adalah merupakan salahsatu upaya untuk menilai dan memperikirakan potensi bahaya gunung Raung apabila terjadi letusan di masa yang akan datang dengan cara melakukan pengumpulan data dan informasi di daerah sekitara gunung Raung, terutama mengenai data geologi, topografi/geomorfologi, jenis bahaya, besaran atau tingkat bahaya, arah dan pola sebaran daerah y…
Gunung Papandayan merupakan gunungapi strato berbentu kerucut terpancung, tersusun oleh perselingan lava, jatuhan dan aliran piroklastika. Bentuk kerucutnya yang tidak teratur diakibatkan oleh pusat erupsi yang sering berpindah tempat. Dalam sejarah kegiatannya Papandayan tercatat meletus atau meningkat kegiatnnya sebanyak 11 kali.
Peranan Komplek G. Bromo dalam kehidupan manusia sangat besar manfaatnya yang disebabkan karena selain oleh kesuburan tanahnya untuk pertanian juga sangat potensial dan ramai dikunjungi wisatawan. Gunungapi ini muncul dalam Kaldera Tengger yang sangat luas, dengan tinggi puncaknya mencapai 2329 meter di atas permukaan laut.
Gunung Raung muncul di lereng sebelah barat kompleks Kawah Ijen, dengan tinggi puncaknya 3332 m di atas permukaan laut. Kawah G. Raung terletak di bagian dasar kalderanya dan sampai sekarang masih memperlihatkan aktifitas, yaitu ditandai dengan adanya hembusan solfatara/fumarola. Gunungapi ini masih aktif dan bertipe strato, dimana kalau terjadi letusan akan mengeluarkan aliran piroklastik.
Gunung Salak merupakan gunungapi tipe A dan secara administratif masuk dalam wilayah tingkat II Sukabumi dan Bogor. Gunung ini termasuk dalam tipe Strato dimana tubuh gunung dibangun oleh perlapisan antara aliran lava dan endapat piroklastik. Gunung Salak mempunyai dua buah dinding kawah berbentu tapal kuda yang mengarah ke barat daya dan utara-timur laut.
Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi salah satu tugas dan fungsinya adalah melakukan pengamatan dan penyelidikan gunung-gunungapi aktif di seluruh Indonesia, baik yang sering meletus maupun yang sudah lama tidak meletus tapi masih berpotensi meletus. Khususnya gunung-gunungapi yang pada catatan sejarahnya sering meletus dan pada daerah sekitarnya telah dipadati penduduk yang bermukin …
G. Semeru merupakan gunungapi tipe A yang paling aktif kegiatannya. Puncak tertinggi dinamai Mahameru (+3676 m dpl) yang merupakan tempat tertinggi di Pulau Jawa, merupakan dinding kawah tua G. Semeru. Kawah muda yang aktif sampai sekarang terdapat di sebelah tenggara dari Mahameru yang dikenal dengan nama Jonggring Seloko.
G. Slamet merupakan suatu "Land Mark" di Propinsi Jawa Tengah, karena merupakan gunungapi dan sekaligus merupakan gunung yang tertinggi di propinsi tersebut. Kerucutnya tampak simetris apabila dilihat dari sebelah timur, namun terlihat memanjang dari bagian utara dan selatan. G. Slamet secara administratif terletak di perbatasan Kabupaten Tk.