Gunung Wayang (2181m) terletak pada 7 derajat 12 1/2 1 lintang selatan dan 107 derajat38' bujur timur kira-kira 7,5 km sebelah tengggara kota Pangalengan, Kabupaten Bandung, Jawa Barat.
Bertitik tolak dari berita yang dimuat dalam B.D.G no.22, tahun ke VII edisi Juli (1976), oleh Kepala Bagian Proyek WASAPI berdasarkan laporan dari pos pengawasan Kawah Ijen di Paltuding, menyatakan bahwa G. Raung meletus pada tgl 2-8 Juni 1976.
Penulis ditugaskan untuk melakukann pengukuran dan pengamatan di K. Putih, akibat penyimpangan aliran lahar.
Akibat turunnya hujan yang lebat dipuncak gunung maupun disekitarnya mengakibatkan air hujan itu massanya besar dan menjadi motor membawa/mengikis material - material berupa guguran lava dan hasil - hasil letusan yang terendap dilereng - lereng gunung dan dilembah - lembah sungai.
Dengan surat perintah No. 4174/S/1975, tanggal 4 Oktober 1975, penulis ditugaskan untuk melakukan pengamatan lahar di sungai-sungai sebelah baratdaya Gunung Merapi; sehubungan dengan banjir yang terjadi tanggal 4 Oktober 1975.
Sejak peningkatan kegiatan G. Kelut bulan Agustus 1973, perhatian terhadap salah satu gnungapi yang berbahaya itu sangat meningkat pula, yaitu dalam usaha pengumpulan data sehubungan dengan gejala kegiatannya.
Dalam rangka penyempurnaan pengamatan seismik di Gunung Kelut dalam bulan Juli hinggga Agustus telah dilakukan pemasangan kabel bawah tanah dari Bambingan sampai Margomulyo sepanjang 1k. 4000 meter.
Pada tanggal 9 Februari 1975 jam 11.45 lebih dari 33 detik terjadi gempa bumi di daerah Sukabumi dan sekitarnya akibat tersebut banyak bangunan - bagunan yang rusak retak - retak bahkan ada yang roboh pula.
Pada tanggal 7 Juni, Poenarmo Kridoharto, Ubed Betakandata dari seksi Esplorasi Geofisika , Pramono dan penulis ditugaskan ke G. Merapi untuk melakukan pengamatan geomagnet.
Menurut Neumann Van Pandang (1951, h. 153 - 154) gunungapi raksasa ini muncul di sebelah timur dari suatu deretan puing gunungapi yang berjurus barat laut - tenggara.