daerah praktek Kerja Lapangan di Desa Ciseuti sebelumnya telah diselidiki antara lain oleh :-
Aktivitas eksplorasi berupa adit yang terletak di lokasi pengukuran masih terlihat walaupun pada saat kerja praktek ini aktivitasnya sedang terhenti.
dalam T.A. 1996/1997, Proyek Eksplorasi Bahan galian Mineral Indonesia akan Melakukan penyelidikan logam dasar, logam besi dan paduan besi, serta logam mulian di daerah Kabupaten Lombok Barat, Nusa tenggara Barat.
Penyelidikan geologi dan geokimia didaerah ini dimaksudkan untuk mencari keterdapatan bahan galian logam mulia yang terperangkap didalam jaluk pegunungan selatan jawa
Penyelidikan dilakukan untuk mencari daerah-daerah prospek penyebaran endapan logam mulia dan ikutannya berdasarkan hasil eksplorasi terdahulu didaerah selogiri,dan sekitarnya,kabupaten wonogiri,jawatengah
Eksplorasi logam mulia di Kab. Tasikmalaya dan Kab. Ciamis yang meliputi tiga daerah yaitu daerah Salopa, Cisasah dan Sidamulih merupakan kerajasama teknik antara Direktorat Sumberdaya Mineral dengan Pemerintahan Jepang (JICA/MMAJ). Pelaksanaan pekerjaan dilakukan bersama tim ahli dari jepang yang berlangsung selama 64 hari dari tanggal 9 November h…
Penyelidikan yang dilakukan saat ini merupakan realisasi dari usulan permohonan wilayah penugasan yang diajukan oleh direktorat sumberdaya mineral yang telah disetujui permohonannya tertanggal 10 oktober 1995 dengan nomer 4133/201/DPT/1995 untuk dilaksanakan penyelidikannya
Penyelidikan yang dilakukan saat ini merupakan realisasi dari usulan penyelidikan pendahuluan yang diajukan oleh sub direktorat mineral logam dan telah disetujui usulnya untuk dilakukan pelaksanaan penelitian didaerah tersebut
Penyelidikan lanjutan di daerah ini merupakan tindak lanjut dari penyelidikan yang dilakukan tahun 1991, yang merupakan bagian dari kegiatan eksplorasi endapan emas primer di Jawa Barat.
Berdasarkan data terdahulu daerah G.Sawal dijumpai adanya mineralisasi timah hitam dan seng. Pada tahun 1938-1940 di lokasi ini pernah dilakukan penambangan dengan hasil produksi 50 ton galena oleh CV.AIME, disusul kemudian oleh CV.Indonesian Battery Co, pada daerah seluas 100 Ha dengan kadar 25 kg galena dari 100 kg bijih.