G. Merapi merupakan salah satu gunungapi paling aktif di Indonesia dengan periode waktu antar erupsi berkisaran antara 2 - 4 tahun. Erupsi terakhir terjadi pada bulan Juni 2006. Sebelum terjadi erupsi telah dilakukan pengukuran deformasi dengan GPS pada bulan Juni 2006. Dari penyelidikan tersebut diketahui bahwa antara bulan September 2005 - Maret 2006 terjadi 'displacement' beberapa titik ukur…
Kegiatan penyelidikan di lakukan dalam rangka melakukan evaluasi dan untuk mengetahui perkembangan aktivitas setelah terjadinya letusan G. Merapi 14 Juni 2006. Seperti telah diketahui, berbagai penyelidikan telah dilakukan sebelum, saat dan sesudah peningkatan aktivitas G. Merapi tersebut. Kegiatan penyelidikan yang telah dilakukan antara lain dari aspek geologi dan geokimia.
Gas vulkanik merupakan bagian yang fundamental dalam aktivitas gunungapi. Gas vulkanik dapat digunakan tidak hanya untuk mempelajari aktivitas magma sebelum suatu letusan, tetapi juga perkiraan mengapa gunungapi meletus. Secara umum adanya kenaikan gas pada suatu gunungapi menunjukkan kenaikan aktivitas gunungapi tersebut.
Setelah relatif tenang berada pada status aktif normal sejak erupsi terakhir pada Februari 2001 aktivitas Merapi menggeliat lagi pada tahun 2005. Krisis vulkanik 2006 dimulai pada tahun 2005 dengan adanya kemunculan gempa-gempa vulkanik yang menandai kenaikan magma dari kedalaman. Berbagai metodologi diterapkan untuk memperoleh gambaran aktivitas vulkanik yang lebih jelas.
Merapi merupakan salah satu gunungapi paling aktif, bukan hanya di Indonesia akan tetapi di dunia. Seperti umumnya gunungapi di Indonesia, Merapi merupakan gunungapi strato dengan puncak tertinggi mencapai 2968 m diatas permukaan laut. Bagian puncak Merapi dicirikan pertumbuhan kubah lava yang tidak stabil.
Gunung Kelut merupakan Gunungapi strato yang letusannya bersifat freto magmati dan selalu eksplosif. Pada sektor Resen yang terbuka ke arah barat, terletak sebuah danau kawah kurang lebih (1200 m dpl) yang merupakan kawah aktif saat ini. Fumarol/solfatar melepaskan berbagai jenis gas. Adanya kenaikan tingkat kegiatan gunungapi akan mengakibatkan aktifitas degassing magma lebih tinggi.
Gunung Ijen merupakan salah satu gunungapi aktif Tipe A yang memiliki danau kawah. Gunung ini berada di kawasan Pegunungan Ijen Jawa Timur. G. Ijen merupakan salah satu kerucut gunungapi dari 22 buah kerucut gunungapi yang muncul setelah terbentuknya Kaldera Ijen. G. Ijen masuk kedalam wilayah Kabupaten Banyuwangi dan Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur.
Bromo Volcano in East Java, Indonesia erupted on June 8, 2004. Monitoring of activitty of the volcano has been continuously done since early 1989 by using seismic observation. Four GPS observations for detection of ground deformation have also ben conducted after an eruption in December 2000. Base on Epoch-by-Epoch Technique.
Salah satu realisasi dari tugas nyata perjalanan pemantauan dan pengamatan Gunungapi, yang dikerjakan oleh staf pengamatan Seksi Jawa Barat dan Jawa Timur, Subsidit Pengamatan Gunungapi Wilayah Barat, Direktorat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi pada tahun anggaran 2005 adalah melakukan perbaikan alat seismograf, dan pengamatan langsung ke puncak.
Setelah terjadi peningkatan aktovitas G. Merapi, pengamatan visual difokuskan pada pengamatan kubah lava dan keadaan asap solfatara. Setelah terjadi rentetan gempa vulkanik (swarm) sejak 7 Juli 2005, asap solfatara tampak menebal pada 11-12 Juli hingga mencapai tinggi 500 meter dari puncak. Pada kondisi normal tinggi asap rata-rata di bawah 200 meter.