Berhubung dengan meletusnja G. Lokon di Manado, pada tgl. 27 djam 20.15 dan 28 Mei djam 10.45, maka menarik surat perintah tgl. 29 Mei dari Tn.Ir.L.g. Tampubolon, Kepala Djawatan Pertambangan di Bandung, untuk mengadakan pemeriksaan di gunung tersebut.
Lapangan fumarola ini masih aktip bekordja dan disebut MUTU BUSA (mutu = api, busn= buih). Letaknja kira2 satu setengah djam perdjalanan dari kampung Pomorin. Daerah fumarola jang luas kira2 40 X 30 M² terletak dalam sebuah anak sungai jang tidak berair. Gas2 keluar dari lobang2 ketjil jang hampir tertutup oleh timbunan humus dan ada djuga jang berbekas diantara batu2 jang telah lapuk. Lobang …
Dalam rangka penyelidikan vulkanologi kegiatan-kegiatan gunung api di Minahasa dan Sangir/Talaud khusus aktif Lokon dan Gunung Api Siau, maka dari Djawatan Geologi/Urusan Volkanologi Bandung telah dikirim ahli-ahli vulkanologi di daerah ini
Gunung api ini terletak di pulau Siau, Kepulauan Sangihe, provinsi Sulawesi Utara 1.135 Km dari kota Manado. Kegiatan gunung api Siau telah meningkat pula dalam bulan februari 1974 yang kemudian disusuli gempa bumi yang datang bertubi tubi. Akibat dari pada kedua peristiwa di atas maka penduduk sekitar gunung api tersebut bahkan hampir penduduk seluruh P. Siau telah ketakutan dan panik sehingga…
Dari djarak djauh telah tampak G. Lewotolo jang berada di semenandjung pulau Lomblen (Lembata) sebelah Utara, dengan tampak selalu asap keluar dari kawahnja jang tempo2 tjukup tebal, dari Hadekewa asap tampak keluar dari puntjak dan lereng atas sebelah Timur dan Tenggara. Ili Lewotolo oleh rakjat disekitar gunung umumnja dipandang keramat, rumah-rumah berhala masih banjak terdapat disekitar G.A…
Adapun maksud dari pemeriksaan ini ialah pemeriksaan volkanologi terhadap kegiatan gunung Egon dan bila ternjata terdapat perobahan2 penting mengenai keadaan morpologi sekitar puntjak, akan diadakan djuga pemetaan topografi.
Adapun maksud dari pemeriksaan ini ialah pemeriksaan volkanologi terhadap kegiatan gunung Egon dan bila ternjata terdapat perobahan2 penting mengenai keadaan morpologi sekitar puntjak, akan diadakan djuga pemetaan topografi.
Pada tanggal 28 April 1959, M. Pantouw mengirim radiogram yang berisi mengenai perkembangan G. Lokon dan G. Mahawu untuk tetap diperhatikan. G. Lokon selama 10 hari ini terus terjadi letusan selama 10 hari berturut turut. Hal ini menyebabkan rusaknya tanaman rakyat karena jatuhnya abu
Kawah gunung lokon setelah letusan yang berakhir pada tanggal 28 November 1952 berada dalam keadaan tenang selama lebih kurang 5 tahun lamanya. dalam jangka waktu itu, kawah hanya seolah olah hanya sebagai mengaso saja. Mulai Februari 1958 gunung mulai mengadakan letusan-letusan seperti waktu tahun 1951 s/d tahun 1952
Adapun maksud pemeriksaan jang diadakan ialah pemeriksaan volkanologi, mengingat telah beberapa tahun tidak diadakan peməriksaan terhadap kegiatan gunung tersebut ini. Djadi untuk mengetahui perkembangan kegiatannja dan berkenaan dengan adanja pemeriksaan lain2 gunungapi didaerah Flores, maka sesuai dengan rentjana, dalam bulan Oktober 1960 pemeriksaan dapat dilakukan walaupun dalam waktu jang…