Dalam upaya untuk mengetahu karakteristik deformasi Gunungapi Batur, dilakukan penelitian menggunakan metode-metode geodetik seperti Sipat Datar, EDM, GPS dan InSAR, dengan maksud untuk memperoleh informasi pada tubuh Gunungapi Batur, baik dalam arah horisotal maupun vertikal yang kemudian dapat dipergunakan untuk mengetahui karakteristik deformasinya.
Hasil perhitungan anaslisis hiposenter vulkanik yang terjadi disekitar Gunung Batur dan Gunung Batur menunjukkan bahwa gempa-gempa tersebut lebih banyak terkonsentrasi dan membentuk kelurusan memanjang dengan arah NE-SW (timurlaut-baratdayat).
Batur caldera is situated at 115' 19' to 115' 26' and 80' 11' to 80' 18', on the island of Bali, Indonesia. It lies on the Sunda-Banda volcanic island arc (Hamilton, 1978), and includes calc-alcaline volcanoes (Whitford and Nichols, 1973). It consist of two calderas, the inner is 7 km diameter and the outer is 11 to 15 km diameter.