Sistem telemetri tiltmeter di G. Merapi merupakan hasil kerjasama antara direktorat vulkanologi dan mitigasi bencana geologi c.q BPPTK dengan United Stated Geological Survay (USGS/VDAP). Sistim telemetri tiltmeter ini terdiri dari 4 (empat) unit stasiun yang telah terpasang di puncak dan lereng G. Merapi pada awal Juli 2003.
G. Merapi adalah gunungapi yang sangat aktif terdapat di Indonesia. Gunungapi ini meletus dengan kisaran waktu sekitar dua tahun sekali dengan menghasilkan aliran piroklastika guguran lava atau biasa disebut oleh penduduk setempat "Wedhus gembel". Tipe letusan seperti ini merupakan ciri khas dari G. Merapi setelah tahun 1901.
Salah satu teknik pemantauan geodesi, GPS mempunyai beberapa keunggulan diantaranya adalah kemampuan GPS untuk memberikan posisi 3 dimensi secara langsung. Karena itu GPS sering digunakan untuk pemeaan topografi meninggalkan metoda konvensional yang lain ( theodolite atau EDM). Deformasi di puncak merapi erat kaitannya dengan keberadaan retakan retakan yang terjadi di sekitar kubah lava.
Salah satu metoda yang digunakan untuk memantau/menyelidiki aktivitas gunungapi adalah metode Deformasi, dimana metode ini berdasarkan pada perubahan fisik gunungapi. Perubahan bentuk tubuh gunung yang terjadi akibat adanya proses migrasi magma dan tekanan magma yang menuju permukaan disebut dengan gejala deformasi.
Sebagai gunungapi paling aktif di indonesia bahkan di dunia, G. Merapi telah banyak menarik banyak ilmuwan kebumian pada umumnya dan kegunungapian pada khususnya untuk mempelajari berbagai aspek tentang gunungapi tersebut. G.Merapi juga merupakan laboratorium alam kegunungapian dan salah satu Pos Pengamatan Gunungapi yang mempunyai peralatan monitoring paling lengkap di Indonesia.
Dengan surat perintah No. 401/P/84 tanggal 4 Mei 1984 penulis ditugaskan untuk melakukan pekerjaan antara lain ialah :Mencari data kegiatan G. Merapi secara visual yang terjadi dewasa ini, data tersebut sebagai bahan perbandingan dengan bulan sebelumnya. Melakukan pemeriksaan laharan di S.Putih, S. Bebeng, S.Krasak dan tujuannya adalah untuk menduga volum endapan lahar dan penentuan daerah yang…
2 eksemplar
Yang dipergunakan pengukuran ialah : pesawat Theodolite Kern KO-S, dengan dilengkapi Kompas merk Kern, yang dipasang di atas pesawat Theodolite tersebut. Pekerjaan tersebut dimulai dari titik tetap Q.308, yang ketinggiannya + 1255,20 m dari permukaan laut, menuju ke tempat pemasangan pesawat Seismometer.
G. Marapi terletak si Provinsi Sumatera Barat, meliput Kabupaten Agam dan Kabupaten Tanah Datar. Posisi geografis 0 derajat 22'47,72" Lintang Selatan dan 100 derajat 28'16,71" Bujur Timur, dengan ketinggian 2891,3 meter di atas muka laut.