Gunungapi Salak merupakan gunungapi tipe strato, dimana tubuh gunung dibangun oleh perlapisan antara aliran lava dan endapan piroklasyik secara bergantian. Gunung Salak ini salah satu gunungapi tipe A yang secara administratif masuk dalam wilayah tinggat II Sukabumi dan Bogor. Gunungapi Salak memiliki dua buah dinding kawah yang berbentuk tapal kuda yang mengarah ke baratdaya dan utara-timurlaut.
Gunungapi Papandayan merupakan gunungapi aktif tipe A strato dengan tinggi 2665 m dpl (di atas permukaan laut) memiliki beberapa kawah aktif diantaranya: kawah Emas, kawah Manuk, kawah Nangklak dan kawah Baru. Aktivitas vulkanik G. Papandayan cukup tinggi pasca letusan di tahun 2002, ditandai dengan beberapa kali peningkatan gempa-gempa Vulkanik.
Gunung Salak merupakan gunungapi aktif tipe A terletak di Kabupaten Sukabumi dan Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Aktofotas vulkanik G. Salak saat ini berpusat di Kompleks Cikuwulung Putri, yang secara morfologi terletak pada ketinggian antara 1300-1500 m dpl di lereng barat-baratdaya G. Salak. Dalam komplek ini terdapat Kawah Ratu, Kawah Hirup, Kawah Paeh, dan Kawah Gendang.
G. Ciremai atau Cereme (3.078 m dpl) merupakan gunungapi aktif, terletak di wilayah Kabupaten Majalengka, Kuningan dan Cirebon, Provinsi Jawa Barat. Di sekeliling G. gede ini terdapat objek-objek penting meliputi kawasan pemukiman, lahan pertanian, wisata, indutsri dan objek lain yang berpotensi terancam bahaya erupsi G. Ciremai.
Indonesia adalah negara kepulauan dengan luas wilayah sekitar 1,92 juta km2. Secara tatatan geologi, yakni berada pada lokasi dimana terjadi tumbukan antara tiga lempeng, yaitu Lempeng Benua Eurasia, Lempeng Samudra Australia dan lempeng Samudra Pasifik Indonesia sangat diuntungkan karena kesuburan tanahnya yang kaya dengan mineral-mineral, minyak dan gas bumi.
Pasca peningkatan vulkanik di tahun 2005, G. Tangkubanparahu kembali menunjukkan peningkatan aktivitas di bulan Agustus 2012 hingga stsatus dinaikkan menjadi Level II (Waspada) walaupun peningkatan tersebut hanya bertahan 1 bulan dimana status aktivitas diturunkan menjadi Normal (Level I). Peningkatan muncul kembali dengan terjadinya letusan freatik.
Sebagai salah satu gunungapi aktif di Indonesia, G. Papandayan memiliki karakteristik erupsi freatik dan freato-magmatik. Setalh erupsi 2002, aktivitas vulkanik G. Papandayan masih berfluktuasi. Setelah erupsi 2002, aktivitas vulkanik G. Papandayan menjadi level II (waspada) sejak tahun 2008 ketika terjadi peningkatan kegempaan.
Gunungapi Tangkuban Parahu merupakan gunungapi aktif strato yang memiliki 9 kawah. Dua kawah utama di puncak adalah K. Ratu dan K. Upas berdiameter masing-masing sekitar 1000 m dengan kedalaman kawah sekitar 400 m. secara administratif terletak di dua Kabupaten, yaitu Kabupaten Bandung Barat dan Kabupaten Subang, Provinsi Jawa Barat. Erupsi G. Tangkuban PArahu yang tercatatat dalam sejarah adal…
Gunungapi Guntur adalah nama sebuah puncak dari suatu kelompok gunungapi yang tediri atas beberapa kerucut, yaitu: G. Masigit (2248 m) yang merupakan kerucut tertinggi, G.Parukuyan (2135 m), G. Kabuyutan (2049 m) dan G. Guntur (1801 m). Dari data sejarah letusan antara tahun 1800 sampai 1847 tercatat tidak kurang dari 21 kali letusan. Letusan itu berulang-ulang dalam tempo pendek, berlangsung p…
G. Tangkubanparahu adalah gunungapi strato tipe A yang berada dekat dengan pusat ibukota Provinsi Jawa Barat, yaitu Kota Bandung. Di bagian puncak G. TangkubanParahu terdapat 9 buah Kawah yaitu: Kawah Ratu, Kawah Upas, Kawah Baru, Kawah Lanang, Kawah Ecoma, Kawah Jurig, Kawah Siluman, Kawah Domas, Kawah Jarian, dan Kawah Panguyangan Badak.