G. Gede atau G. Agung terletak dikecamatan Cianjur, bentuk gunungapi kembar dengan 4. Pangrango yang lebih tuabdan tidak lagi menunjukkan adanya kegiatan. Tubuh gunungapi ini tortutup popohonan besar maupun kecil yang tumbuh secara subur dan merupakan pohon pelindung bagi petugas. Dipuncaknya terdapat kawah-kawah Gemuruh, Gedeh, Sela, Ratu, Lanang, Baru dan Wadon.
Dengan Surat Perintah Dinas / Jalan No. 1059/s/1977 dan No.1060/S/1977, tertanggal Bandung 9 Maret 1977 Sår. Samud dan penulis ditugaskan oleh Kepala Bag. Proy. Penelitian dan Pemetaan Gunungapi ke daerah G. Semeru.
Pencemaran terjadi di sepanjang S. Ciwidey pada tgl.4 April 1978, akibat peningkatan secara mendadak kadar sulfat dan chlorida dalam air yang mengalir dari kawah Putih, G. Patuha. Sehubungan dengan peristiwa tersebut, dilakukan pe- meriksaan pada tgl. 12 14 April, diantaranya terhadap ke- giatan gunungapinya, penelaahan sebab musabab terjadinya pencemaran, geologi teknik dalam usaha pencegahan …
Pertengahan bulan Oktober 1970 telah berangkat rombongan dari saksi penelitian Gn. Api Dinas Volkanologi menuju daerah wonosobo gunung Sundoro yang geografinya 109° 59'30'' B.T 7° 18' U.S.
Kegiatan G.Galunggung meningkat didasarkan atas laporan melalui telpon dari kantor Karesidenan Priangan pada tgl 26 April 1963, berikut tgl 27 April 1963, kemudian disusul dengan surat no. Pem/3042/3/63 jang diterima di Direktorat Geologi pada tgl 30 April 1963.
Kegiatan G.Galunggung meningkat didasarkan atas laporan melalui telpon dari kantor Karesidenan Priangan pada tgl 26 April 1963, berikut tgl 27 April 1963, kemudian disusul dengan surat no. Pem/3042/3/63 jang diterima di Direktorat Geologi pada tgl 30 April 1963.
Setelah diadakan pemeriksaan disekitar puntjak pada hari tersebut diatas, maka kami berpendapat bahwa G.Galunggung menundjukkan kenaikan tingkat bekerdja apabila dibandingkan dengan satu tahun jang lampau.
Setelah terjadi letusan2 G.Semeru tetap giat dengan terus menerusnja membentuk sumbat lava jang tambah besar dan tambah tinggi, begitu pula guguran2 lava jang keluar dari sekitar aliran lava selalu meluntjur ke Bs. Semut dan Tjurah Lengkeng tak pernah berhenti. Maka tibalah saatnja untuk pemeriksaan puntjak tahun 1962.
Pada tgl 17Djuli 1971 telah diberangkatkan tim pemtaan Gn. Api menuju banyuwangi Jatim, untuk melanjutkan pemetaan daerah bahaya kawah idjen yang semula telah dikerjakan pada pertengahan bulan Juni 1971 oleh Sdr L. Djoharman B. Sc (Ketua Tim) dan sdr. Komar Restikadjaja (surveyer)
Kesan pertama jang didapat penulis pada pemeriksaan adalah bahwa kegiatan Vulkan hanja berkisar pada aktivitas solfatara. Gedjala2 lain dari itu ta' ada sama sekali. Dan solfatara jang aktif hanjalah solfatara2 jang berada di Kawah Ratu dan Kawah Baru.