Sebagaimana pembaca ketahui bahwa pada 5 April 1982 sampai dengan Januari 1983 di gunung Galunggung terjadi lotusan yang sempat mengundang perhatian ke seluruh dunia. Dengan adanya kegiatan tersebut di atas, maka jelas keadaan kawah dan sekitarnya akan mengalami perubahan. Oleh karena itu Kasi Pemetaan Topografi, Sub Dit Ponetaan Gunungapi se-nganggap perlu diadakan lagi pengukuran topografi…
Berdasarkan SPPD no. 3776/P/84 kami bersama para Pengamat dari Pos Pengamatan G.Merapi ditugaskan untuk melakukan pengamatan, pemeriksaan,serta pengukuran suhu solfatara di G.Merapi.
Pemeriksaan kawah serta pengukuran suhu kali ini dapat kami katakan sedikit kurang menguntungkan karena adanya beberapa faktor yang terjadi setelah letusan 15 Juni 1984. Diantaranya ialah tidak adanya peralatan yang memadai, misalnya alat/pelindung panas dan gas, disamping cuaca yang buruk serta kepulan asap yang tebal dari pusat kegiatan.
Pemeriksaan kawah dan pengukuran suhu dilakukan untuk mengetahui tingkat kegiatan G. Guntur dan G. Papandayan dibandingkan dengan keadaan sebelumnya, yaitu berdasarkan keadaan kawah, solfatara dan suhunya.
Di sekitar G. Merapi dipasang 6 stasiun/lokasi di sekitar 4 buah lokasi, sebelah timur 1 lokasi dan sebelah selatan 1 lokasi, jarak dari puncak minimal 2,5 km dan maksimum 6 km. Sedangkan untuk memonitor G. Kelut dengan metode Dry Tilting telah dipasang sebanyak 7 stasiun yang dipasang di lereng sebelah utara dan barat dengan jarak min 1/2 km dan max 7km dari puncak.
Pada tanggal 5 April 1982 G.Galunggung meletus maka Direktorat Vulkanologi dengan segala daya upaya serta kemampuan yang ada dikerahkan untuk memonitor kegiatan selanjutnya oleh para ahli Indonesia maupun luar negri.
Tim yang terdiri dari: Prof. W. Rose, Drs. M. Badruddin, DR. Cabonelle, Ir. Sutikno Bronto, Moch Muzani, C. Chesner; pukul 16.00 WIB berangkat meinggalkan Direktorat Vulkanologi Bandung menuju POS Vulkanologi di Ciksasah dengan dua buah kendaraan Toyota Hard-top.
Pada tanggal 15 Juni 1982 dengan SPPD No. 719/P/82 dan 720/P/82, sdr. Effendi dan saya ditugaskan oleh Kepala Seksi Pemetaan Topografi, Sub Dit Pemetaan Gunungapi untuk mengada kan pemetaan topografi situasi G. Guntur dan sekitarnya. Tujuan dari pada pemetaan ini pertama-tama karena telah 74 tahun belum diadakan pemetaan situasi puncak yang baru, sedangkan peta lama dibuat pada tahun 1908. Kedu…
Gunung Salak yang letaknya termasuk diwilayah Bogor dan Sukabumi dengan ketinggian + 2211 m dpl, termasuk gunungapi yang masih bekerja. Banyak pengunjung datang kekawah gunung Salak, baik yang datang dari jurusan Bogor maupun dari jurusan Sukabumi
Pengukuran topografi dilakukan sesuai dengan SPPJ No 279/P/81 tanggal 9-5-81 maksudnya untuk menetapkan kedudukan lokasi tilting dengan titik tetap, dimana satuan koordinatnya dengan sistim polyder, lokasi yang diukur di daerah G.Tangkubanparahu Lembang, pekerjaan dilaksanakan antara 9 s/d tanggal 23 Mei 1981.