Laporan ini disusun sebagai pertanggung jawaban pelaksana Proyek Pembangunan 1989/1990 Proyek Penyelidikan Gunungapi dan Panasbummi. Di dalam laporan ini dimuat hasil Penyelidikan metoda lapangan Gunungapi di G.Guntur (Jawa Barat) seperti penyelidikan Geomagnit Seismik dan Gaya berat.
Penelitian metoda potensial diri (SP) yang dilakukan di gunung Slamet sesuai dengan rencana anggara Proyek Penyelidikan Gunungapi dan Panasbumi, Seksi Vulkano Fisika, Sub.Dit. Analisa Gunungapi, Dit. Vulkanologi, tahun anggaran 1989/1990.
Laporan ini disusun sebagai pertanggung jawaban pelaksanaan Proyek Pembangunan 1989/1990 Proyek Penyelidikan Gunungapi dan Panasbumi. Di dalam laporan ini dimuat hasil Penyelidikan Metoda Lapangan Gunungapi di G.Kelut (Jawa Timur) seperti penyelidikan Geofisika (Potensial Diri), Geokimia Air, Petrokimia dan Seismik & Visual.
Pengamatan visual di daerah puncak G. Merapi pada umumnya menunjukkan keadaan yang tidak jauh berbeda dengan bulan sebelumnya. Keadaan morfologi Kawah Gendol, Kawah Woro, Lereng utara, Geger buaya dan beberapa lokasi lainnya tidak mengalami perubahan menyolok.
Sesuai rencana kerja dalam tahun anggaran 1990/1991 Seksi Pengamatan Gunungapi wilayah Jawa Bagian Timur, Direktorat Vulkanologi-Bandung, Pimpro menugaskan penulis dengan SPPD no. 977/0441/3402 untuk melaksanakan pengumpulan data pengamatan kegiatan Gunung Lamongan. Data tersebut meliputi hasil pengamatan visual dan kegempaan.
Di dalam ini memuat penyelidikan metoda lapangan Gunungapi di Gunung Merapi wilayah Jawa Tengah terdiri dari penyelidikan berdasarkan kelompok kerja Geokimia, Seismik/Geomagnet, Deformasi, dan Laharan.
Sesuai dengan tugas pokok sebagaimana tercantum dalam pasal 382 Surat Keputusan Menteri Pertambangan dan Energi No. 1092 Tanggal 6 Maret 1984 Sub Direktorat Analisa Gunungapi melaksanakan pengamatan dan pengolahan laboratorium lapangan Gunung Merapi, penyelidikan Vulkano Fisika, Petrokimia dan Gas serta Instrumentasi gunungapi.
Skripsi utama ini disusun berdasarkan hasil pengamatan dilapangan yang penulis lakukan sendiri dari tanggal 24 Agustus s/d 19 Oktober 1964. Skirpsi mana harus dibuat dalam semester ke VI, kurikulum akademi geologi dan pertambangan, dan merupakan salah satu syarat untuk mengikuti ujian terakhir pada akademi geologi dan pertambangan di Bandung.
Kawah Ijen (2386 m), terletak pada 8°03′30 Lintang Selatan dan 114°14 30 Bujur Timur, termasuk dalam wilayah kabupaten Banyuwangi dan kabupaten Bondowoso, Jawa Timur (Gb. 1). Penelitian dan pengamatan Kawah Ijen sampai Januari 1988 masih terus dilakukan, terdiri dari pengamatan kegempaan yang ditunjang dengan pengamatan visual, pengukuran suhu air danau kawah dan solfatara.
Penyelidikan geokimia 0. Papandayan telah dikerjakan pada 15 Juli sampai dengan 29 Juli 1919, selama 15 hari, berdasarkan SPPD No.438/0441/3405/89dari Proyek Penyelidikan Gunungapi dan Panasbumi.