Penyelidikan geofisika G.Kelud pada tahun anggaran 1985/1986 difokuskan pada metoda Potensial Diri, setelah melihat Peta Anomali intensitas magnit total G.Kelud yang dibuat 1979. Dari data kemagnitan, di dapatkan adanya suatu zona anomali negatif yang diinterpretasikan sebagai suatu manifestasi panas bawah permukaan, pada daerah antara Bambungan - G.Lirang, Jalur Margomulyo-Kawah.
Hasil pengamatan seismik Kawah Ijen sejak April sampai dengan November 1985 mencatat kegiatan gempa vulkanik setiap bulan sangat kecil begitu pula kegiatan gempa tektoniknya.
Penulis mendapat tugas dari Pemimpin Proyek Penyelidik- an dan Pengamatan Gunungapi untuk melakukan pengamatan dan penyelidikan seismik di dataran tinggi Dieng. Daerah tersebut sebagian masuk wilayah Kabupaten Wonosobo dan sebagian lagi Kabupaten Banjarnegara. Maksud dari pada pekerjaan ini adalah untuk mendapatkan data kegiatan kawah-kawah dan perubahannya dibandingkan dengan hasil pengamatan …
Sesuai dengan rencana kerja Seksi Petromikia dan Gas pada Sub Direktorat Analisa Gunungapi dalam rangka Penyelidikan Petrokimia dan Gas di G.Gede Jawa Barat, penulis yang disertai Saudara Rakimin dan disetujui oleh Kepala Seksi Petrokimia dan Gas merencanakan pada tanggal 20 April 1985 menuju ke tempat tersebut guna melaksanakan penyelidikannya selama 20 hari.
Tim penyelidikan Geokimia Gunung Papandayan dan G. Gede dengan tenaga pelaksanaan 2 orang terdiri Sdr. Ita Darwita dan penulis sendiri dibantu tenaga harian setempat.
Tujuannya adalah untuk mengetahui tingkat kegiatan G. Kelut dalam masa pemeriksaan dibandingkan dengan tahun yang lalu.
Penulis bersama petugas lain ditugaskan ke Kw. Ijen oleh Pemimpin Proyek Penyelidikan dan Pengamatan Gunungapi, Direktorat Vulkanologi untuk melakukan pemeriksaan kawah dan suhu seluruh solfatara di Kw. Ijen. Tugas ini adalah untuk mengumpulkan data yang tampak di kawah dan suhu yang sangat diperlukan, sebagai sa-lah satu gejala untuk menentukan tingkat suatu kegiatan gunungapi.
G. Ciremai adalah salah satu gunungapi aktif di Jawa Barat dan terletak pada batas tiga wilayah Kabupaten Kuningan, Majalengka dan Cirebon.
Penyelidikan petrologi di lapangan dan pemeriksaan petrografi di laboratorium batuan G.Gede dimaksudkan untuk mengetahui kasus apa dalam olahan petrografi dan parameter apa bila dikembangkan dalam olahan petrokimia untuk dapat dijadikan pegangan dalam ikut serta menunjang pencegahan bahaya yang diakibatkan letusan gunungapi G.Gede.
Kegiatan G.Semeru terus menerus diamati dari 3 Pos Pengamatan Gunungapi Semeru, yaitu di Argosuko, G.Sawur, dan Tawonsongo. Di Pos Pengamatan Gunung Sawur dipasang pesawat pencatat gempa 3 komponen dengan sistim jaringan tripartite.