Maksud pemetaan situasi adalah melakukan serangkaian pengukuran dengan tujuan mendapatkan peta situasi topografi puncak sehingga dapat memberikan informasi situasi puncak saat ini dengan harapan dapat menunjang berbagai disiplin ilmu dalam rangka penelitian guna pengamatan & peramalan suatu letusan dilingkungan Direktorat Vulkanologi.
Deformasi sebagai salah satu metode monitoring yang diterapkan di G.Merapi, dituntut untuk bisa memberikan data secara teratur dan menerus agar bisa memberikan masukan untuk interpretasi aktivitas G. Merapi secara lebih baik.
Pada September 1992. Dr. Barry Voight dan Kirby Young dari Penn State University, Amerika Serikat membawa sistem monitoring kegempaan yang baru ke Merapi. Sistem ini disebut RSAM (Real Time Seismic Amplitude Measurement) Sebagai alat monitoring yang relatif baru, RSAM tidak dimaksudkan mengganti sistem pengamatan seismik konvensional yang selama ini sudah dikenal tetapi RSAM dapat merupakan pel…
Dalam mengetahui aktivitas G.Merapi, terutama setelah akifitas G.Merapi dari siap menjadi waspada, maka pada bulan Maret 1995 diadakan penyelidikan dan pengamatan, terutama untuk mengikuti perkembangan kegempaan yang masih berlangsung pada bulan ini.
Sesuai dengan tugas dan fungsi seksi Vulkanofisika Sub Dit. Analisa Gunungapi yang dikaitkan dalam rangka mengetahui perkembangan aktivitas G.Semeru dan untuk menunjang peramalan letusan, telah dilakukan penyelidikan dan pengamatan seismik G.Semeru pada bulan Mei 1994, dengan menggunakan 6 (enam) unit perekam MEQ - 600 yang dilengkapo dengan alat lain untuk mendapatkan data gempa berupa paramet…
Dalam keadaan aktif normal kegiatan seismik G.Semeru terdiri dari Gempa vulkanik (dangkal, dalam), tektonik (lokal, jauh), guguran, letusan, tremor, dan banjir.
Penyelidikan deformasi G.Guntur dilakukan selama kurang lebih 1 bulan pada bulan Mei 1994, meliputi penyelidikan pembangunan titik ukur (bench mark), levelling/dry tilt, global positioning system, electronic distance measurement (edm), dan seismisitas G.Guntur.
Penyelidikan deformasi G.Semeru merupakan penyelidikan yang pertama kali, sehingga data - data deformasi ini dianggap sebagai data dasar bagi penyelidikan selanjutnya.
Sejalan dengan berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi nuklir di berbagai bidang, maka dalam hal ini Direktorat Vulkanologi dalam memantau kegiatan gunungapi terus mengembangkan metoda serta teknik baru dari berbagai bidang disiplin ilmu termasuk pemanfaatan teknologi nuklir, yaitu Pemanfaatan Radon untuk Pemantauan Gunungapi.
Penyelidikan di K.Lamat, K.Sat dan K.Bebeng bagian hulu dilakukan untuk mengetahui keadaan material yang berada di lembah - lembah sungai tersebut. Dengan diketahui keadaan material yang berada di hulu sungai - sungai tersebut, maka dapat diperkirakan potensi penyebaran aliran lahar pada musim hujan yang akan datang ini, atau Oktober 1994 - April 1995.