NEUMANN VAN PADANG (1951, h. 79) menulis bahwa menurut VAN BEMMELEN (1949, Jl. 1, hh. 641 644) Gunung Tangkuban Perahu yang sekarang muncul sebagai fasa paling muda dari komplek gunungapi Sunda, sebelah utara Bandung, setelah ini runtuh dan mengalami patahan. Bagian pun- cak dari gunungapi kembar ini memanjang ke jurusan timur barat dise- babkan perpindahan sepanjang jarak 1100 meter. Banyak si…
Setelah diadakan pemeriksaan disekitar puntjak pada hari tersebut diatas, maka kami berpendapat bahwa G.Galunggung menundjukkan kenaikan tingkat bekerdja apabila dibandingkan dengan satu tahun jang lampau.
Dengan adanja kegiatan vulkanik umumnja ditanah air pada waktu akhir2 ini (1960/1961) sampai permulaan tahun 1961, maka oleh Djawatan Geologi/ Urusan Vulkanologi merasa perlu mengadakan pemeriksaan puntjak G.Slamet untuk mengetahui perubahan - perubahan apa jang telah terdjadi sebagai akibat kegiatan vulkanik dan kemungkinan2 lainnja jang akan timbul mengingat telah beberapa tahun berselang tid…
Kegiatan bekerja dari G. Semeru mulai dari tanggal 4/5-59 sedangkan kegiatan terdapat disekitar sumbat lava di Djonggring Seloko. Letusan - letusan yang dapat disimpulkan dari laporan harian pos Gunung Sawur, adalah letusan dari type stromboli.
Menurut berita dari Tasikmalaya, yang diterima oleh Kantor Karesidenan Perianagan pada tanggal 7/4-59, maka G. Galunggung tampak mengeluarkan asap yang lebih tebal dari pada yang sudah - sudah, sedangkan dari jauh mengeluarkan asap.
G.Galunggung sejak tgl 7 April bertambah giat bekerjanya. Kegiatan tsb meliputi keluarnya asap yang lebih tebal daripada yang sudah - sudah dan adanya 7 kelompok fumarola diantaranya ada yang terdapat pada G. Warirang.
Pada saat melakukan ekspedisi di G.Galunggung, penulis memeriksa sendiri dua buah blowhole yang terletak ditepi sumbat lava 1918 sebelah Barat Laut. Bentuk kedua blowhole adalah lonjong, luasnya masing - masing kurang lebih 50 m2 dan kurang lebih 10 m2 dengan suhunya 25 C' dan 28', yang dapat dilihat di dalam foto, adalah yang terbesar.
Berhubung adanya laporan dari kantor kabupaten Tasikmalaya, yang memberitahukan bahwa pada tgl 10-11-1959 jam 22.00 telah terdengar suara gemuruh dari G.Galunggung, maka dua orang pengamat, ialah sdr. Elon dan O.Rukman ditugaskan oleh sdr. Kepala Urusan Vulkanologi untuk mengadakan pengawasan terhadap gunung tsb, dari suatu tempat didaerah Tasikmalaya, untuk waktu selama dua minggu lamanya.
Dalam laporan ini membahas perjalanan ke pos - pos penjagaan gunung api di Jawa Tengah dan Jawa Timur yang terdiri dari : Gunung Kelut, Gunung Semeru, Gunung Lamongan, Gunung Dieng, Gunung Merapi, dan Djrakah.
Keadaan Kawah Idjen dari tanggal 5 s/d 10 September 1957 : Cuaca tiap pagi cukup terang, angin sering meniup kencang dari arah tenggara. Sekitar kawah sering gelap terganggu dengan asap air telaga dan asap solfatara.