Sejalan dengan rencana kerja Proy.P2V untuk Tahun 1/1966 1967, Pelita IV, telah direkomendasikan melakukan kegiatan penyuluhan lapangan di daerah-daerah sekitar dua gunungapi aktif di Jawa Timur, yaitu G.Kelut dan G.Semeru.
G. Lamongan yang terletak dalam wilayah Kabupaten Probolinggo dan Lumajang mempunyai ketinggian 1651 m dml. Diapit o-leh G. Tengger dan Hiyang Argopuro.
Dalam rangka melaksanakan salah satu tugas dari Seksi Instrumentasi Gunungapi, dalam hal peralatan penyelidikan, perlu dilakukan pengecekan dan perbaikan secara berkala, peralatan seismik yang terpasang di sekitar Gunung Merapi. Kegiatan ini dilaksanakan sebagai realisasi dari rencana kerja Tim Instrumentasi Gunungapi dalam rangka menunjang kegiatan Seksi Penyelidikan G. Merapi, Yogyakarta.
G. Tangkubanperahu adalah salah satu gunungapi aktif di Jawa Barat yang cukup terkenal dikalangan wisatawan.
Melakukan pendataan dan interprestasi kegiatan seismik hasil rekaman pesawat-pesawat seismograf di Gunung Merapi dari bulan Oktober 1985 sampai dengan bulan April 1986.
Penelitian dan pengamatan G. Kelut sampai April 1986 masih terus dilakukan, terdiri dari penelitian seismik yang di-bantu dengan pengamatan visual, pengukuran suhu danau ka-wah dan solfatara. Penelitian dari pekerjaan tersebut di atas mengambil data dari keadaan G. Kelut sejak April 1985 sampai dengan April 1986 dengan maksud untuk mengetahui keadaan selama waktu tersebut, terutama aspek kegemp…
Berdasarkan berita yang diterima dari Pos Pengamatan G. Merapi di Plawangan yang melaporkan adanya kemungkinan kerusakan pada peralatan geomagnet dari stasion lapangan Jumoyo yang selama beberapa waktu tidak berfungsi, maka Proyek Pengembangan Laboratorium Gunungapi di Bandung pada tanggal 30 April mengirimkan satu Tim dari Seksi Vulkano Fisika yang personilnya terdiri dari Sdr. Ir. Sugiyono Da…
Pengamatan visual terhadap kegiatan G. Tangkubanperahu dilakukan dari pos PGA Wates 1k. 4 km dari kawah Ratu,sebelumnya pos pengamatan terletak di puncak bagian selatan kawh ratu
G. Lamongan merupakan sebuah gunungapi yang diapit oleh dua buah gunungapi besar, yaitu G. Iyang Argopuro di sebelah timur dan G. Tengger di sebelah Barat.
Ketidakaktifan Penulis di dalam Unit Vulkanologi sebagai 1982-1983, telah merangsang minat Denulis untuk mempelajari lebih jauh gunungani bersejarah ini (Hilmansyah, 10856). Dalam melimut letusan terakhir G. Galunggung, Katili & Der Sudradjat (1084) mengulas-ulang proses terjadinya bukitan Sepuluh Ribu.s