Oleh penulis telah dindakan penindjnuan kepuntjak pada awal bulan Nopember 1955. Pemeriksaan ini adalah jang per-tama kali sedjak letusan2 tahun 1953 berachir dan oleh ka-renanja dianggap sangat penting untuk mengetahui perobahan2 Jang terdjadi didasar kaldera dan pada kerutjut erupsi во-bagai akibat proces letusan tersebut.
Atas persetudjuan Pimpinan Pusat Pendjagaan Kerapi (P.P.M.) Jogjakarta dan dengan surat perintah dari Kep. Djawatan Geologi Bandung tertanggal 24 September 1955 No.594/55, penulis disertai dengan Sär2. Sudarso dan Hadijono mengadakan pengukuran dengan kyker B.T.M. di G.Kelut.
Pada permulaan bulan Pebruari oleh pos pendjagaan D.G.B. di Kawah Idjen telah dilaporkan adanja tanda2 kegiatan dari G.Raung, jang terlihat mulai dari tg. 31 Djanuari 1953. Pada tg. 5 Pebruari diterima kawat dari Residen Besuki jang meminta penindjauan segera. Pada hari Saptu tg. 7 Pebruari penulis meninggalkan Bandung dan sampailah di Bondowoso pada esok harinja. Disini didapat keterangan2 dar…
Pemotretan dari hasil udara diatas Gunung kelut dan daerah-daerah laharan sekelilingnya dilakukan oleh pihak P.N. Aerial survey pada tanggal 10 Mei 1966 dengan mempergunakan persawat udara B-25.
Dengan surat perintah kepala direktorat geologi No.181/S/1966 tertanggal 28 April 1966, penulis ditugaskan untuk mengadakan survey ke G. Kelut setelah terjadinya letusan dasyat dan tiba-tiba pada tanggal 26 April 1966, jam 20.15 WIB.
Menghubungi Madahansip Djawa Timur untuk mendjelaskan isi surat Kep. Bagian Volkanologi tgl.27-9-1965 No.2979, mengenai pengamatan gunungapi-gunungapi di djawa timur. Menghubungi Kamasak Kediri untuk pengawasan G. Kelut akhir-akhir ini.
Pada akhir bulan Februari 1965 didpat berita dari seketeratis Menko Kesejahteraan, drs. Sudarsono, tentnag rencana perjalanan J.M. Menteri Sosial ke daerah Jawa Timur pada tgl 22 Maret 1965. Didalam acara termasuk a.l. peninjauan-peninjauan ke G. Kelut dan G. Semeru
Skripsi ini ditulis beradasarkan pekerjaan lapangan disekitar daerah bahaya lahar dingin disebelah tangara dari G. Semeru. Gunung ini mempunyai tipe vulkaan dan merupakan puncak tertinggi diseluruh pulau Jawa.
Menurut surat perintah dari Tn. Dr. Ir.ter Bruggen Kepра-la Perwakilan Djawatan Pertambangan di Bandung pada tanggal 5 September 1951, maka saja (terhitung rombongan Dr.A.L.Simons) jang terdiri dari Dr.A. L., Simons, 2 orang pembantu Geoloog, 20-rang Djuru ukur, dan 1 orang Mantri Waarnemer; pada tanggal 6 September kami (Rombongan Dr. Simons) berangkat dari Bandung ke Kediri. Esok harinja tg…